Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Sentil Developer Rumah di Jabar: Pas Promosi Bilang Bebas Banjir

Dedi Mulyadi menyentil developer rumah yang dinilai lepas tangan saat banjir melanda kawasan perumahan di Jawa Barat, khususnya di Bekasi.

Logompn

Published

on

Dedi mulyadi sentil developer rumah di jabar pas promosi bilang bebas banjir
Dedi Mulyadi Sentil Developer Rumah di Jabar: Pas Promosi Bilang Bebas Banjir | Gambar: YouTube/Kang Dedi Mulyadi Channel

Jawa Barat, MPN Indonesia 24 Januari 2026 - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil developer rumah yang dinilai lepas tangan saat banjir melanda kawasan perumahan di Jawa Barat, khususnya di Bekasi.

Menurut Dedi, banjir yang melanda kawasan perumahan merupakan dampak dari lemahnya perencanaan pembangunan yang tidak memperhitungkan risiko bencana.

Padahal, banyak perumahan sebelumnya dipromosikan sebagai kawasan bebas banjir.

“Yth para developer perumahan, silakan temui para konsumen anda dan mari kita duduk bersama dengan pemerintah untuk mencari solusi. Bukankah salah satu promo saat penjualan adalah ‘Bebas Banjir’,” kata Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @dedimulyadi71, Sabtu (24/1).

Dedi menilai para developer rumah lebih fokus mengajukan izin pembangunan baru ketimbang bertanggung jawab atas dampak banjir yang dialami penghuni.

Ia pun menegaskan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan semestinya menjadi bagian dari komitmen pengembang, bukan hanya pemerintah daerah.

“Yang paling prihatin adalah saat warga perumahan mengalami kebanjiran, developer yang dulu mempromosikan sebagai kawasan yang nyaman dan aman bagi hunian tidak pernah datang menemui para konsumennya yang hari ini berteriak-teriak,” ujar Dedi.

Dedi Mulyadi: Banjir Bukan Salah Hujan

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa banjir bukan hanya akibat hujan, tetapi kesalahan manusia dalam mengelola lingkungan.

Menurut Dedi, hujan adalah berkah. Turunnya air yang melimpah dari langit pun adalah anugerah dari alam.

“Hujan ini keberkahan. Air melimpah, alam terasa indah. Tapi berubah menjadi banjir karena kita salah mengelolanya,” kata Dedi.

Ia juga menyampaikan bahwa banyak perumahan dibangun tanpa memperhatikan kondisi lahan.

Contohnya, sawah digali tanpa urukan, rawa ditimbun, dan kawasan resapan air diubah menjadi permukiman.

Baca Juga:  Polresta Bogor Dalami Penyebab Kebakaran Pasar Kebon Kembang

“Jangan salahkan hujannya. Sungainya kita sempitkan. Pendangkalan kita biarkan. Sampah kita buang sembarangan. Akhirnya air meluap ke rumah warga,” tegasnya.

Sampaikan Permohonan Maaf

Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, Dedi juga menyampaikan komitmen untuk mengevaluasi tata ruang di wilayahnya.

Hal ini dilakukan agar pembangunan perumahan di masa depan lebih tertib dan mempertimbangkan keselamatan warga.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila layanan pemerintah belum maksimal.

“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih, mohon maaf pada seluruh warga apabila layanan pemerintah Provinsi Jawa Barat belum memuaskan semua pihak. Terima kasih, salam untuk semuanya,” tutur Dedi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending