Connect with us

Politik

Kemenbud Siapkan Ensiklopedia Piringan Hitam dan Kaset untuk Melestarikan Musik Indonesia

Kemenbud akan meluncurkan ensiklopedia piringan hitam dan kaset musik Indonesia. Langkah ini bertujuan melestarikan kekayaan musik.

Logompn

Published

on

Kemenbud Siapkan Ensiklopedia Piringan Hitam dan Kaset untuk Melestarikan Musik Indonesia
Kemenbud Siapkan Ensiklopedia Piringan Hitam dan Kaset untuk Melestarikan Musik Indonesia. Gambar: pintoe.co

MPN Indonesia 30 Desember 2024 - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengumumkan rencana untuk membuat ensiklopedia yang berfokus pada piringan hitam dan kaset musik Indonesia.

Langkah ini bertujuan untuk melestarikan kekayaan musik dalam negeri dan menciptakan database komprehensif yang mencakup perjalanan industri musik Indonesia dari masa ke masa.

Proyek Ensiklopedia Musik Indonesia

Dalam acara di Gedung Kemenbud, Jakarta Pusat, pada Selasa (24/12), Fadli Zon menjelaskan bahwa pembuatan ensiklopedia ini merupakan upaya untuk mendokumentasikan karya musik dari berbagai generasi.

Ia menyebutkan bahwa Indonesia telah melahirkan ribuan lagu yang dihasilkan oleh para seniman, budayawan, dan musisi lintas zaman.

“Kami sedang kerjakan nanti juga semacam ensiklopedia untuk piringan hitam Indonesia, ensiklopedia kaset-kaset musik Indonesia, sehingga semuanya terekam, ada datanya dan database,” ujar Fadli Zon.

Meski detail teknis program ini belum diungkapkan, Fadli Zon memastikan bahwa pengarsipan tersebut dirancang untuk menyimpan seluruh karya dalam satu wadah.

Dengan begitu, warisan budaya musik Indonesia dapat terus hidup dan memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya.

Pelestarian Musik

Selain mendokumentasikan karya lama, ensiklopedia ini diharapkan dapat menghidupkan kembali musik dari era sebelumnya.

Fadli Zon mengusulkan agar musisi masa kini merespons karya-karya lama dengan membuat versi baru melalui aransemen ulang atau produksi ulang.

“Mungkin setelah itu bisa direspons, lagu-lagu lama itu bisa remake dan rearrange. Itu bisa juga menjadi karya sebagai respons terhadap perjalanan musik Indonesia,” tambah Fadli Zon.

Dengan langkah ini, Kemenbud ingin memastikan bahwa musik lama tidak hanya menjadi sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi perkembangan musik modern Indonesia.

Baca Juga:  Museum Nasional Indonesia Siap Dibuka Lagi pada 15 Oktober, Hadir dengan Wajah Baru

Bagian dari Gerakan Estafet Kebudayaan

Rencana pengarsipan ini diungkapkan dalam rangkaian acara peluncuran Gerakan Estafet Kebudayaan.

Gerakan tersebut dirancang untuk memberikan penghormatan kepada seniman legendaris dari berbagai era.

Acara tersebut turut dihadiri oleh penyanyi era 1960-an, seperti Ernie Djohan, Titiek Sandhora, Muchsin Alatas, dan Titik Hamzah, yang tampil membawakan lagu-lagu hits mereka, termasuk Teluk Bayur, Dunia Belum Kiamat, Merantau, dan Surabaya.

Fadli Zon menambahkan bahwa kegiatan ini baru merupakan permulaan.

Ke depannya, Kemenbud berencana menggelar acara lebih besar dengan melibatkan lebih banyak musisi aktif untuk mengapresiasi karya-karya legendaris.

“Ini baru semacam kick off. Nanti kita buat acara yang bekerja sama dengan penyanyi yang masih aktif berkarya,” kata Fadli.

Trending