Connect with us

Politik

Luhut Gandeng Anak Muda untuk Kembangkan Kecerdasan Buatan dalam Negeri

Luhut Pandjaitan rekrut anak muda Indonesia kembangkan AI lokal. Tim akan presentasi hasilnya ke Presiden Prabowo dalam dua minggu.

Profile Nida MPN Indonesia

Published

on

Luhut Gandeng Anak Muda Untuk Kembangkan Kecerdasan Buatan Dalam Negeri
Luhut Gandeng Anak Muda untuk Kembangkan Kecerdasan Buatan dalam Negeri. Gambar : Instagram/@indonesiaeconomicsummit

MPN Indonesia 20 Februari 2025 - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pihaknya telah merekrut sejumlah anak muda Indonesia untuk mengembangkan kecerdasan buatan AI produksi dalam negeri.

Pernyataan ini disampaikan Luhut di Jakarta pada Selasa (18/2).

“Sekarang ada beberapa anak muda di Indonesia yang kita rekrut, mereka sedang bekerja,” ujar Luhut, setelah menghadiri acara Indonesia Economic Summit (IES) 2025 di Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com, pada Selasa (18/2).

Dalam dua pekan mendatang, tim yang telah dibentuk ini dijadwalkan akan mempresentasikan hasil pengembangannya kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Mungkin dalam dua minggu ke depan mereka akan presentasi ke Presiden,” tambahnya.

Dukungan terhadap Digitalisasi Indonesia

Luhut menjelaskan bahwa kecerdasan buatan AI yang tengah dikembangkan akan mendukung penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Ia berharap inovasi ini dapat berkontribusi dalam memperkuat ekosistem digital di Indonesia.

“Bisa bahasa Inggris dan Indonesia, yang penting dengan digitalisasi ini Indonesia bisa menjadi negara yang efisien,” kata Luhut.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengembangan AI dalam negeri memerlukan biaya besar, mengingat teknologi ini berbasis open source.

Eksplorasi Teknologi AI oleh Pemerintah

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menuturkan bahwa pemerintah masih dalam tahap eksplorasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan AI di Indonesia.

“Kita masih mempelajari ya perkembangannya karena ini kan inovasi-inovasi teknologi, dan kita melihat tentu saja apa yang dihasilkan oleh DeepSeek itu tentu saja bisa menjadi satu alternatif ya [untuk pengembangan AI di Indonesia],” ujar Nezar di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (17/2).

Baca Juga:  Gambar Ghibli dari AI jadi Tren, CEO OpenAI: Kami Butuh Tidur

Pernyataan ini merespons dinamika global terkait perkembangan kecerdasan buatan AI, termasuk langkah beberapa negara yang membatasi atau melarang penggunaan teknologi AI tertentu.

Tren Global dan Tantangan Pengembangan AI

Pada awal 2025, perusahaan teknologi asal China, DeepSeek, merilis model AI terbaru mereka, DeepSeek R1, yang dapat digunakan secara gratis oleh publik.

Kehadiran teknologi ini sempat menciptakan kehebohan global karena menawarkan layanan serupa dengan ChatGPT dari OpenAI.

Namun, beberapa negara seperti Korea Selatan, Italia, Australia, dan Taiwan telah memberlakukan pembatasan terhadap teknologi dari DeepSeek.

(AKM/NID/RAD)

Trending