Connect with us

Politik

Menteri Satryo Klarifikasi Demo ASN: Bantah Tudingan Arogansi dan Penamparan

Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro membantah tuduhan tindakan sewenang-wenang dan kekerasan terkait aksi demonstrasi ASN di Kemdiktisaintek.

Actress 1299250

Published

on

Menteri Satryo Klarifikasi Demo ASN Bantah Tudingan Menampar dan Marah marah
Menteri Satryo Klarifikasi Demo ASN Bantah Tudingan Menampar dan Marah-marah. Gambar: Dok. MI/Susanto

MPN Indonesia 21 Januari 2025 - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, klarifikasi atas aksi demonstrasi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kementeriannya.

Satryo membantah keras tudingan bahwa dirinya bersikap sewenang-wenang, marah-marah, atau bahkan melakukan tindakan kekerasan seperti menampar pegawai.

“Semua itu tidak benar,” tegas Satryo usai menghadiri pelantikan Rektor ITB di Bandung pada Senin (20/1).

Ia menyebut aksi demonstrasi yang terjadi di depan kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai upaya para pendemo untuk menarik perhatian publik.

Latar Belakang Aksi Demonstrasi ASN

Sebelumnya, ratusan ASN Kemdiktisaintek menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor kementerian di Jakarta pada Senin (20/1).

Demonstrasi ini dipicu oleh pemecatan mendadak seorang pegawai bernama Neni Herlina.

Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa sejumlah spanduk dengan tulisan yang menyindir Menteri Satryo.

“Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri!”

“Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga.”

Selain itu, karangan bunga bernada satir turut berjejer di depan gedung kementerian.

Beberapa pesan pada karangan bunga tersebut menyoroti dugaan gaya kepemimpinan otoriter serta ketidakadilan terhadap pegawai.

Kronologi Pemecatan Neni Herlina

Pemecatan Neni Herlina, seorang pegawai yang telah bekerja di Kemdiktisaintek selama 24 tahun, menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut.

Menurut pengakuan Neni, ia diberhentikan secara verbal tanpa menerima surat resmi.

“Saya hanya disuruh pindah ke Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) tanpa penjelasan tertulis,” ujar Neni saat menyampaikan orasi di depan kantor kementerian.

Baca Juga:  ICW Ungkap Polri Habiskan Rp3,8 Triliun untuk Atasi Demonstran

Ia juga menambahkan bahwa pemecatan tersebut bermula dari masalah kecil terkait penempatan sebuah meja kerja di lantai 18.

“Meja itu dianggap tidak menghormati pimpinan,” ungkapnya.

Selain itu, ia merasa disalahkan atas berbagai masalah internal yang sebenarnya bukan merupakan tanggung jawabnya.

Dalam pernyataannya, Neni berharap agar kejadian serupa tidak lagi menimpa pegawai lain.

“Saya menitipkan teman-teman pegawai Diktiristek, jangan sampai ada lagi yang diperlakukan tidak adil seperti saya,” katanya.

Klarifikasi Sekjen Kemdiktisaintek

Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar M. Simatupang, turut memberikan penjelasan terkait keputusan pemecatan Neni Herlina.

Menurut Togar, keputusan tersebut tidak diambil secara mendadak, melainkan merupakan bagian dari upaya penataan struktur serta peningkatan mutu pelayanan di kementerian.

“Ada perbedaan dalam tingkat layanan dan mutu yang harus dijamin. Namun, kami selalu membuka ruang dialog untuk mencari solusi terbaik,” ujar Togar.

Ia juga menegaskan bahwa proses pemberhentian pegawai tidak bersifat sepihak.

“Kami sedang memproses opsi lain untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Respons Menteri Satryo

Dalam keterangannya, Menteri Satryo menegaskan bahwa kementeriannya tengah berupaya menjalankan reformasi birokrasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja.

Ia menyebut bahwa tudingan dalam aksi demonstrasi tersebut cenderung dilebih-lebihkan.

“Pendemo kan cari sesuatu yang menarik. Intinya kita sedang bersih-bersih,” jelas Satryo.

Ia juga membantah tuduhan bahwa dirinya bersikap kasar atau melakukan tindakan fisik terhadap pegawai.

“Tidak ada kejadian seperti itu,” pungkasnya.

Trending