Connect with us

Politik

Setelah Didemo, Menteri Satryo dan Neni Herlina Kini Berdamai

Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro dan ASN Neni Herlina mengadakan pertemuan di rumah dinas untuk menyelesaikan konflik di Kemendiktisaintek.

Actress 1299250

Published

on

Setelah Didemo, Menteri Satryo dan Neni Herlina Kini Berdamai
Setelah Didemo, Menteri Satryo dan Neni Herlina Kini Berdamai. Gambar: Kolase Detik/Ari Saputra/TribunNews/Fahdi Fahlevi

MPN Indonesia 21 Januari 2025 - Konflik di Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang sempat memicu aksi demonstrasi pada Senin (20/1) akhirnya berujung damai.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendiktisaintek, Togar M. Simatupang, memastikan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan melalui dialog antara Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro dengan ASN Neni Herlina.

Pertemuan di Rumah Dinas Menteri

Menurut Togar, Menteri Satryo menginisiasi pertemuan yang melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk Neni Herlina dan Ketua Paguyuban Pegawai Dikti, Suwitno.

Pertemuan tersebut berlangsung di rumah dinas Menteri pada Senin malam (20/1) sekitar pukul 19.30 WIT.

“Dalam pertemuan itu, semua pihak menyampaikan aspirasi mereka. Diskusi mencakup perbedaan pandangan yang akhirnya menghasilkan rekonsiliasi. Semua pihak saling memaafkan dan berkomitmen untuk meluruskan segala kesalahpahaman,” ungkap Togar pada Senin (20/1).

Klarifikasi Isu Mutasi ASN

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Neni Herlina akan dimutasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Namun, Togar menegaskan bahwa Neni, bersama ASN lainnya, tetap bertugas di Kemendiktisaintek.

“Iya dong, mereka tetap di Kemendiktisaintek,” kata Togar, menepis isu perpindahan tersebut.

Ia menambahkan bahwa perbedaan pendapat dan miskomunikasi adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi, terutama di tengah proses pemekaran dan penataan struktur internal.

Togar menjelaskan bahwa konflik ini muncul sebagai bagian dari dinamika institusional di Kemendiktisaintek.

Saat ini, kementerian tengah menjalankan program pemekaran organisasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja kementerian dalam mendukung program nasional, termasuk visi besar Asta Cita.

“Perbedaan persepsi itu hal biasa dalam proses pemekaran organisasi. Yang penting adalah menyikapinya secara dewasa dan menjadikan perbedaan ini sebagai peluang untuk bertumbuh,” jelas Togar.

Baca Juga:  Keracunan Massal di Sleman, 160 Orang Jadi Korban Akibat Konsumsi Siomai

Penegasan Terkait Kebijakan Rotasi

Dalam penjelasannya, Togar kembali menegaskan bahwa tidak ada pemecatan pegawai di Kemendiktisaintek.

Kebijakan rotasi dan mutasi yang diterapkan semata-mata bertujuan untuk menyegarkan organisasi dan meningkatkan efektivitas kinerja.

“Dari awal tidak ada pemecatan. Pegawai di kementerian ini saya ibaratkan seperti anak sendiri, jadi bagaimana mungkin kita memecat mereka?” tegasnya.

Trending