Connect with us

Politik

PDIP Pecat Anggota DPPRD yang Viral usai Sebut ‘Rampok Uang Negara’

PDIP resmi memecat anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Moridu setelah videonya yang menyebut merampok uang negara viral di TikTok.

Logompn

Published

on

Pdip pecat anggota dpprd yang viral usai sebut 'rampok uang negara'
PDIP Pecat Anggota DPPRD yang Viral usai Sebut 'Rampok Uang Negara'. Gambar: Instagram/@wahyumoridu

MPN Indonesia 22 September 2025 - PDI Perjuangan secara resmi memecat anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, setelah videonya terkait pernyataan merampok uang negara bersama wanita viral di media sosial.

Keputusan pemecatan tertuang dalam Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh DPP PDIP pada Sabtu (20/9).

SK tersebut menyatakan bahwa Wahyudin Moridu telah melakukan pelanggaran disiplin partai dengan tindakan yang dianggap menjatuhkan nama baik, kehormatan, kewibawaan, dan citra PDI Perjuangan.

Video yang menjadi sorotan publik diunggah di akun TikTok @Waikilrakyatdotco dan dinilai telah menimbulkan dampak negatif di tengah terhadap masyarakat.

Pernyataannya dalam Video

Video berdurasi 1 menit 5 detik memperlihatkan Wahyudin sedang mengemudi menuju Makassar, Sulawesi Selatan, sambil ditemani seorang wanita.

“Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini. Kita habiskan aja biar negara ini semakin miskin,” ungkapnya, dikutip MPN Indonesia dari akun TikTok @Waikilrakyatdotco, Senin (22/9).

“Siapa ji. Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo,” ungkap Wahyudin dalam videonya.

Dalam video tersebut, Wahyudin menyebut wanita yang bersamanya adalah seorang pasangan hubungan gelap (hugel), dan mereka tertawa bersama di dalam mobil.

Pemeriksaan oleh Badan Kehormatan DPRD

Badan Kehormatan (BK) DPRD Gorontalo memanggil dan memeriksa Wahyudin Moridu pada Jumat (19/9).

Ketua BK DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, menyampaikan bahwa Wahyudin mengaku dalam kondisi mabuk saat video direkam.

Menurut Fikram, Wahyudin mengatakan telah mengonsumsi minuman keras sejak malam sebelumnya hingga pagi hari saat berangkat ke bandara.

“Nah, kami lihat bahwa di mobil itu ada botol minuman. Kami kejar, apakah Saudara telah mengonsumsi minuman keras? Yang bersangkutan menyampaikan dari tadi malam dia minum minuman keras sampai besok paginya itu ke bandara dia masih dalam kondisi tidak sadar, artinya dalam keadaan mabuk,” ujar Fikram Salilama kepada wartawan.

Baca Juga:  Tragis! Pria di Pacitan Tewas usai Diseruduk Sapi Ternaknya

BK menyatakan telah mengumpulkan seluruh data terkait dan akan membawanya ke persidangan internal DPRD untuk menentukan tindak lanjut.

Sanksi dari PDIP

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menegaskan bahwa pemecatan terhadap Wahyudin Moridu bersifat final dan merupakan sanksi organisasi.

SK pemecatan ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Selain pemecatan, PDIP juga melarang Wahyudin melakukan aktivitas apa pun atas nama partai dan menduduki jabatan yang terkait dengan nama partai.

PDIP menegaskan bahwa tindakan Wahyudin merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak mencerminkan sikap resmi partai.

Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menyampaikan bahwa rekomendasi pemecatan telah dikeluarkan oleh komite etik dan disiplin partai setelah menerima laporan dari DPD PDIP Gorontalo.

“Dan komite etik dan disiplin telah merekomendasi kan kepada DPP, dan hari ini DPP mengeluarkan surat pemecatan kepada yang bersangkutan, dan dalam waktu dekat segera dilakukan PAW,” ujar Komarudin dalam laporan terpisah, Sabtu (20/9).

Permintaan Maaf Wahyudin

Setelah video tersebut viral, Wahyudin Moridu menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam video klarifikasinya kepada media, ia menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Saya, Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, bersama ini saya didampingi istri saya. Dengan ini, atas nama pribadi dan keluarga, saya memohon maaf atas video yang telah diviralkan di media sosial TikTok beberapa waktu lalu. Sesungguhnya, Bapak dan Ibu sekalian, saya tidak berniat untuk melecehkan ataupun menyinggung masyarakat Gorontalo,” ujar Wahyudin, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @wahyumoridu, Senin (22/9).

Ia juga mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahan pribadi dan menyatakan kesiapan untuk menanggung segala konsekuensi.

Baca Juga:  Sampaikan Pesan Duka Cita, Prabowo: Kita Telah Berangkatkan 3 Hercules C130 dan Pesawat A400 Kirim Bantuan ke Sumatra

“Semua ini murni kesalahan saya Bapak Ibu sekalian dan atas kejadian ini dari hati paling dalam saya memohonkan maaf kepada Bapak Ibu sekalian. Saya dan keluarga dan teman-teman saya memohonkan maaf dan saya bersama istri saya siap menanggung konsekuensi yang ditimbulkan atas video ini,” sambungnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending