Connect with us

Politik

Prabowo Minta Maaf Listrik di Aceh Tamiang Belum Rata Menyala

Prabowo saat meninjau lokasi pengungsian meminta maaf kepada korban terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang karena pasokan listrik di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih.

Logompn

Published

on

Prabowo minta maaf listrik di aceh tamiang belum rata menyala
Prabowo Minta Maaf Listrik di Aceh Tamiang Belum Rata Menyala | Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

Aceh, MPN Indonesia 12 Desember 2025 - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta maaf kepada para pengungsi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, karena pasokan listrik di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih.

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo saat mengunjungi posko pengungsian di Desa Sukajadi, Karang Baru, Aceh Tamiang, pada Jumat (12/12).

Dalam percakapannya dengan para pengungsi, ia menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja keras memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Pemerintah akan turun akan membantu semuanya, saya minta maaf kalau masih ada yang belum, kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum ya, listrik,” ucap Prabowo di hadapan para pengungsi, Jumat.

Prabowo juga sempat bertanya langsung kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, mengenai kondisi kelistrikan di wilayah tersebut. Armia menjawab bahwa aliran listrik sudah mulai menyala secara bertahap.

Lebih lanjut, Prabowo menambahkan bahwa situasi di lapangan memang sulit, namun pemerintah tetap berkomitmen untuk memperbaiki kondisi secara bertahap.

“Kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit jadi kita atasi bersama. Saya kira itu saja, ya. Mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal,” katanya.

Pemulihan Listrik Terkendala Infrastruktur yang Rusak

Banjir bandang yang melanda wilayah Aceh sejak akhir November 2025 telah mengakibatkan gangguan besar pada sistem kelistrikan, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara.

Hingga Kamis (11/12), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa tingkat pemulihan listrik di wilayah terdampak baru mencapai 36 persen.

Krisis listrik masih melanda sejumlah desa yang belum tersambung kembali ke jaringan utama sehingga warga terpaksa mengandalkan genset pribadi sebagai sumber listrik.

Baca Juga:  Indonesia Resmi Gabung BRICS, Prabowo Tegaskan Diplomasi Persahabatan

Selain itu, pemadaman bergilir juga terjadi di Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar untuk menjaga keseimbangan sistem.

PT PLN menyampaikan bahwa kendala utama dalam pemulihan adalah kerusakan infrastruktur jaringan listrik akibat banjir dan pergeseran tanah.

Sedikitnya lima tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV pada jalur Langsa–Pangkalan Brandan dilaporkan roboh dan tujuh tower lainnya mengalami kerusakan berat.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatra (UIP3BS), Amiruddin, mengatakan bahwa perbaikan dilakukan secara non stop agar perbaikan berjalan cepat.

“Saat ini tim di lokasi secara terus menerus 24 jam bekerja membangun tower darurat dan melakukan modifikasi untuk perbaikan tower yang rusak,” katanya seperti dikutip MPN Indonesia dari laman resmi PLN.

(AKM/NID/RAD)

Trending