Connect with us

Politik

Usai Joget di Sidang Tahunan MPR, Uya Kuya Minta Maaf: Nggak Bermaksud Ngeledek

Uya Kuya klarifikasi aksi joget usai Sidang Tahunan MPR di Senayan. Ia menegaskan tidak bermaksud menyindir siapapun dan meminta maaf jika tindakannya menyinggung.

Logompn

Published

on

Usai joget di sidang tahunan mpr, uya kuya minta maaf nggak bermaksud ngeledek
Usai Joget di Sidang Tahunan MPR, Uya Kuya Minta Maaf: Nggak Bermaksud Ngeledek. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@king_uyakuya

MPN Indonesia 30 Agustus 2025 - Anggota DPR RI, Uya Kuya, meminta maaf atas aksinya berjoget usai penutupan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (15/8).

Melalui video klarifikasi di akun Instagram pribadinya @king_uyakuya pada Kamis (28/8), Uya Kuya menjelaskan bahwa aksinya hanya bentuk apresiasi terhadap pertunjukan musik yang dibawakan mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan).

“Kita atau saya ini, dan beberapa teman yang lain, bergoyang itu karena murni hanya untuk menghargai dan mengapresiasi para pemain musik yang sedang bermain musik. Itu saja, tidak lebih tidak kurang,” ujar Uya Kuya dalam klarifikasinya, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (30/8).

Permintaan Maaf Uya Kuya

Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf apabila tindakannya dianggap menyinggung perasaan publik.

“Atas nama pribadi, kalau memang goyang-goyang tersebut atau joget-joget tersebut dianggap menyakiti, saya minta maaf,” ucapnya.

Ia menegaskan tidak ada maksud meledek atau membawa agenda tersembunyi.

“Udah, enggak ada maksud untuk ngeledek atau agenda-agenda lain, tidak ada sama sekali,” katanya.

Aksi Joget Usai Sidang Resmi Ditutup

Aksi joget Uya Kuya dan sejumlah legislator terjadi setelah pidato Presiden Prabowo Subianto selesai dan acara resmi ditutup.

Saat itu, lagu-lagu seperti Gemu Fa Mi Re dan Sajojo dimainkan oleh mahasiswa Unhan sebagai hiburan.

Namun, momen tersebut menuai kritik karena dianggap tidak pantas dilakukan di ruang sidang paripurna yang merupakan tempat sakral kegiatan kenegaraan.

Kritik Publik dan Respons MPR

Sejumlah warganet menilai aksi joget tidak etis mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sulit serta adanya isu kenaikan pendapatan anggota DPR periode 2024–2029.

Baca Juga:  Anggota DPR Semprot Telkomsel soal Sisa Kuota Pelanggan yang Sering Hangus

Ketua MPR Ahmad Muzani menanggapi bahwa aksi tersebut terjadi setelah sidang formal selesai dan bertujuan merelaksasi suasana.

Menurutnya, wajar jika seseorang bergerak mengikuti musik yang bersemangat.

Ajakan untuk Tidak Sebar Hoaks

Dalam klarifikasinya, Uya Kuya juga meminta publik tidak menyebarkan narasi palsu terkait peristiwa ini dan mengajak semua pihak untuk saling menghargai.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending