Connect with us

Politik

Wapres Gibran Bagi-Bagi Sepeda untuk Santri saat Hadiri Haul ke-55 KH Wahab Chasbullah di Jombang

Gibran Rakabuming membagikan dua sepeda kepada santri dan santriwati di Jombang setelah menjawab pertanyaan tentang kebanggaan menjadi santri.

Logompn

Published

on

Wapres Gibran Bagi Bagi Sepeda untuk Santri saat Hadiri Haul ke 55 KH Wahab Chasbullah di Jombang
Wapres Gibran Bagi-Bagi Sepeda untuk Santri saat Hadiri Haul ke-55 KH Wahab Chasbullah di Jombang. Gambar: Dok. Wapresri

Jawa Timur, MPN Indonesia 13 Mei 2026 - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri pengajian umum dalam rangka Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di Yayasan PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5) pagi.

Dalam kegiatan tersebut, ia membagikan dua sepeda kepada seorang santri dan seorang santriwati setelah keduanya mampu menjawab pertanyaan yang diajukan di hadapan para hadirin.

Di tengah sambutannya, Gibran meminta panitia menghadirkan dua sepeda ke depan panggung sebelum menunjuk satu santri laki-laki dan satu santri perempuan untuk menjawab pertanyaan.

“Ini coba sepedanya dikeluarkan dulu. Taruh depan sini saja. Ada dua sepeda. Mungkin dari panitia bisa memilih satu perempuan, satu laki-laki. Tapi jawab pertanyaan dulu,” kata Gibran, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia pada Rabu (13/5).

“Ini tolong nanti dijawab, tidak ada jawaban yang salah, ya. Pertanyaannya gampang. Apa yang membuat kamu bangga menjadi santri,” ujar Gibran menyampaikan pertanyaan kepada keduanya.

Jawaban Santri dan Respons Wakil Presiden

Santri asal Magelang, Ahmad Alfiro Ismail menyampaikan bahwa dirinya bangga menjadi santri karena termotivasi oleh tiga moto yang dipegangnya, yakni berakhlak, berilmu, dan berkiprah di masyarakat.

“Saya bangga menjadi santri karena dengan menjadi santri saya termotivasi dan terinspirasi dengan tiga moto yang saya pegang teguh, yang pertama yakni berakhlak, berilmu, dan juga berkiprah,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa selama menimba ilmu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, dirinya dibimbing dalam hal adab, sopan santun, dan tata krama oleh para pengasuh dan masyayikh.

Ia juga menyebut nilai berkiprah di masyarakat dicontohkan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama sekaligus pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga:  Ladang Jagung di Tigaraksa Panen! Hasil Capai 2 Ton

“Maka dari itu ada makalah ‘Al-adabu fauqal ilmi’, adab lebih utama daripada ilmu,” ujar Ahmad.

“Wah ini kayak debat capres ini,” kata Gibran yang disambut tawa hadirin.

Sementara itu, Santriwati asal Jombang, Indi Febrianti Valentina mengatakan dirinya bangga menjadi santri karena selain mencari ilmu juga dididik memiliki akhlak yang baik.

“Saya bangga menjadi santri karena seorang santri itu, selain dia mencari ilmu, tapi dia juga diajarkan untuk memiliki akhlak yang mulia. Seseorang yang diajarkan mencari ilmu saja sudah sangat susah, tapi kita juga dididik untuk memiliki akhlak yang baik,” terangnya.

“Selain itu, setelah kita sudah mencari ilmu dan mencari akhlak, setelahnya kita harus berkiprah. Sebagai santri harus bermanfaat di masyarakat,” tambahnya.

Gibran mengapresiasi jawaban kedua santri tersebut dan menilai keduanya memiliki kualitas sebagai calon pemimpin masa depan.

Setelahnya Gibran mempersilakan keduanya untuk mengambil hadiah sepeda yang sudah disiapkan.

(AKM/NID/RAD)

Trending