Connect with us

Berita

Ladang Jagung di Tigaraksa Panen! Hasil Capai 2 Ton

Jagung hasil tanam Gibran Rakabuming Raka dipanen dengan hasil sekitar 2 hingga 3 ton di lahan 1,5 hektare akan disalurkan ke Bulog.

Logompn

Published

on

Ladang jagung hasil tanam wapres gibran di tigaraksa panen! hasil capai 2 ton
Panen Raya Jagung Kuartal IV di Tigaraksa. Gambar: Instagram/@polrestatangerang.

Banten, MPN Indonesia 9 Januari 2026 - Ladang jagung yang ditanam oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025 di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, akhirnya dipanen pada Kamis (8/1).

Panen dilakukan di atas lahan seluas 1,5 hektare dan menghasilkan sekitar 2 hingga 3 ton jagung.

Panen ini sekaligus menjawab isu sebelumnya yang menyebutkan adanya kegagalan panen di lokasi tersebut.

Direktur PT MSD Corpora Internasional selaku pengelola lahan, Made Swardika Dwipayana, menyatakan bahwa panen berhasil dilakukan meskipun menghadapi berbagai tantangan, terutama kondisi lahan ekstrem.

“Target panen hari ini di luasan 1,5 hektare. Hasilnya sekitar 2 sampai 3 ton,” kata Made di lokasi panen Desa Bantarpanjang, Kamis (8/1).

Panen jagung ini juga melibatkan Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid dan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

Mereka hadir dalam kegiatan panen raya sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Tantangan Lahan Bekas Galian dan Strategi Budidaya

Made menjelaskan bahwa lokasi ladang jagung di Tigaraksa merupakan lahan bekas galian yang kondisi tanahnya sangat sulit untuk budidaya pertanian.

Tanah di wilayah tersebut bercampur batu, lapisan tanah atas atau top soil-nya telah hilang, dan memiliki ketebalan tanah yang sangat tipis.

“Lahan di Tigaraksa ini bekas galian. Top soil-nya sudah hilang, tanahnya sangat tipis, bercampur batuan, dan itu menjadi tantangan utama,” ujar Made.

Untuk mengatasi keterbatasan nutrisi tanah, pihak pengelola menambahkan booster nutrisi agar tanaman tetap bisa tumbuh dan berbuah.

“Booster ini memacu tanaman supaya bisa berbuah. Dan hasilnya bisa dilihat hari ini, jagungnya berbuah,” tambahnya.

Baca Juga:  Viral! Dua Brimob Polda Banten Dikeroyok Debt Collector

Selain itu, curah hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir juga menjadi kendala dalam proses pertumbuhan tanaman.

Strategi teknis lain yang diterapkan adalah membiarkan rumput tumbuh di area ladang. Menurut Made, hal tersebut dilakukan untuk mencegah erosi karena posisi lahan yang miring dan rawan tergerus air hujan.

Distribusi Hasil dan Kelanjutan Panen

Jagung yang dipanen akan disalurkan terlebih dahulu ke Bulog. Jika tidak seluruhnya terserap, hasil panen akan didistribusikan ke pabrik pakan ternak di wilayah sekitar.

Made menyebutkan bahwa hasil 2 hingga 3 ton jagung pada musim tanam pertama ini masih masuk kategori wajar, mengingat kondisi lahan yang tidak ideal.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada, menjelaskan bahwa penanaman dilakukan secara bertahap agar panen tidak berlangsung bersamaan dan bisa terus berkelanjutan.

“Penanaman dilakukan bertahap sehingga panen tidak berlangsung secara bersamaan,” katanya.

“Dengan masih adanya jadwal panen lanjutan dalam waktu dekat, program ketahanan pangan jagung di Bantar Panjang terus berjalan dan menunjukkan perkembangan, meski dilaksanakan di lahan dengan tantangan teknis yang tinggi,” lanjutnya.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menambahkan bahwa kegiatan panen ini juga melibatkan masyarakat dan kelompok tani lokal dan menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

“Ini menjadi kebersamaan kita semua untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang,” ucap Maesyal.

(AKM/NID/RAD)

Trending