Harga minyak dunia hari ini, Kamis (9/7), naik setelah hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali tegang. Ketegangan itu terjadi setelah AS mengonfirmasi serangan dilakukan terhadap Iran.
Harga minyak dunia melonjak pada Rabu (8/7) setelah militer Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara baru di Iran.
Harga minyak dunia pada Selasa (7/7) menunjukkan penguatan tipis, meskipun masih berada di dekat level terendah dalam lebih dari empat bulan.
Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Senin (6/7) setelah kelompok produsen minyak OPEC+ menyepakati kenaikan target produksi mulai Agustus.
Harga minyak dunia pada Jumat (3/7) terpantau stagnan di level terendah sejak akhir Februari, seiring stabilisasi pasokan di kawasan Timur Tengah.
Harga minyak dunia hari ini, Kamis (2/7), turun ke level terendah sejak akhir Februari setelah pengiriman minyak melalui Selat Hormuz terus meningkat.
Harga minyak dunia pada Rabu (1/7) bergerak stabil setelah mencatat penurunan kuartalan terdalam sejak 2020.
Berdasarkan pantauan MPN Indonesia dari laman Trading Economics, Brent bergerak menuju US$ 72 per barel dan minyak mentah WTI merosot menuju US$ 70 per barel.
Harga minyak dunia pada perdagangan Sabtu (27/6) dibuka melemah, bahkan terendah sejak 27 Februari.
Harga minyak mentah WTI berada di bawah 72 Dolar per barel, sedangkan Brent di bawah 75 dolar per barel.