Cara cek sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hari ini lewat HP. Pantau arah abu, wilayah terdampak, dan prakiraan hingga 18 jam ke depan.
Badan Geologi menyatakan kondisi Gunung Anak Krakatau kini berbeda dengan 2018 karena tubuh gunung masih relatif kecil dan tidak berpotensi memicu tsunami.
Badan Geologi menegaskan Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga) dengan radius rekomendasi 3 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa (8/9) pukul 05.34 WIB dengan amplitudo 44 mm dan durasi 10 detik, namun kolom erupsi tak teramati.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Cek arah pergerakan abu, wilayah terdampak, dampak penerbangan, dan peta terbaru.
Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berakhir setelah sekitar 25 jam. Badan Geologi menetapkan status tetap Level III (Siaga).
Prabowo mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada menghadapi erupsi Anak Krakatau serta mematuhi zona bahaya yang ditetapkan.
Status Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga) pada 7 September 2026 karena aktivitas vulkanik masih berlangsung dan potensi erupsi susulan.
Empat bandara masih ditutup hingga 7 September pukul 18.00 WIB akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
BMKG mengungkap abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di Lampung dengan kualitas udara kategori sedang dan sebaran abu hingga sejumlah wilayah.