Connect with us

Berita

Cek Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Hari Ini 8 September 2026, Bisa lewat HP

Cara cek sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hari ini lewat HP. Pantau arah abu, wilayah terdampak, dan prakiraan hingga 18 jam ke depan.

Logompn

Published

on

Cek Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Hari Ini 8 September 2026, Bisa lewat HP
Cek Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Hari Ini 8 September 2026, Bisa lewat HP. Gambar: Dok. Pantau Abu Vulkanik

MPN Indonesia 8 September 2026 - Masyarakat kini dapat mengecek abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Selasa (8/9) melalui layanan berbasis web yang dapat diakses menggunakan ponsel.

Informasi dapat dimanfaatkan untuk mengetahui arah pergerakan abu, wilayah yang berpotensi terdampak, serta kondisi terbaru erupsi gunung berapi berdasarkan data pemantauan.

Layanan tersebut dapat diakses tanpa menginstal aplikasi dan menampilkan prakiraan sebaran hingga 18 jam ke depan.

“Tinggal buka, nggak perlu unduh apa-apa. Yang bisa lu cek: gunung mana aja yang statusnya siaga sekarang, abunya lagi ke arah mana, dan yang paling penting, kota tempat lu tinggal bakal kelewatan abu apa kaga, dari sekarang sampe 18 jam ke depan,” tulis Tri Purnomo Aji. dikutip MPN Indonesia dari Threads @triprnmaji pada Selasa (8/9).

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menunjukkan aktivitas erupsi pada Selasa (8/9).

Berdasarkan informasi PVMBG, VAAC Darwin, dan analisis citra satelit RGB Himawari-9.

Sebaran abu vulkanik terdeteksi dari permukaan hingga sekitar 6.000 kaki atau 1,8 kilometer.

Arah sebaran terpantau bergerak ke selatan-barat daya.

Cakupan utamanya berada di Samudra Hindia sebelah barat laut Banten sehingga abu mulai menjauhi wilayah daratan.

Cara Cek Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Lewat HP

Masyarakat dapat memantau pergerakan abu vulkanik melalui situs abu.cikoytew.my.id.

Layanan berbasis web tersebut dibuat oleh Tri Purnomo Aji dan dapat diakses melalui browser di ponsel, tablet, maupun komputer.

Pengguna tidak perlu membuat akun atau memasang aplikasi tambahan.

Baca Juga:  Jenazah Korban Banjir Bandang Nepal Ditemukan Terseret hingga India

Layanan ini juga menampilkan informasi gunung api yang berstatus Siaga, arah pergerakan abu, serta prediksi wilayah yang berpotensi dilewati sebaran abu.

Cara menggunakannya sebagai berikut:

  • Buka browser seperti Chrome, Safari, atau browser lainnya;
  • Masukkan alamat abu.cikoytew.my.id;
  • Pilih gunung api yang ingin dipantau;
  • Masukkan nama kota tempat tinggal atau gunakan fitur lokasi jika tersedia;
  • Lihat informasi potensi wilayah terdampak; dan
  • Periksa arah pergerakan abu serta jarak lokasi dari area yang diperkirakan terdampak.

Layanan tersebut menampilkan prakiraan pergerakan abu hingga sekitar 18 jam ke depan.

Pengguna juga dapat mengetahui kemungkinan suatu kota dilalui sebaran abu berdasarkan data yang tersedia.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Hari Ini

Badan Geologi melaporkan Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi gunung berapi pada Selasa (8/9) pukul 05.34 WIB.

Peristiwa tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 44 milimeter dan durasi sekitar 10 detik.

“Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 08 September 2026 pukul 05:34 WIB, tetapi tinggi kolom erupsi tidak teramati,” jelas Badan Geologi, dikutip MPN Indonesia dari Threads @badan.geologi pada Selasa (8/9).

Hingga saat ini, status aktivitas gunung masih berada pada Level III atau Siaga.

Dibandingkan laporan BMKG pada (6/9), sebaran abu yang terpantau pada (8/9) berada pada ketinggian lebih rendah.

Abu tidak lagi dilaporkan mencapai 20.000 hingga 50.000 kaki seperti yang tercatat sebelumnya.

Perkembangan Sebaran Abu dan Dampaknya

Pada Sabtu (6/9), BMKG melaporkan adanya dua klaster sebaran abu vulkanik dengan cakupan luas yang menjangkau wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG menerbitkan 18 Significant Meteorological Information (SIGMET) secara berkala sebagai bagian dari upaya mendukung keselamatan penerbangan.

Baca Juga:  Bekasi Dikepung Banjir, Lebih dari 4.000 Keluarga Terdampak

Sebaran abu vulkanik terpantau berada pada dua ketinggian berbeda.

Abu vulkanik hingga ketinggian 20.000 kaki bergerak dari arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Sementara, sebaran abu ketinggian 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut mencakup Banten, Lampung Selatan, Bengkulu, bagian selatan Selat Sunda, hingga Samudra Hindia.

Kondisi sebaran abu tersebut kemudian menjadi dasar penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) untuk penutupan sementara operasional sejumlah bandara.

Bandara yang terdampak meliputi Bandar Udara Soekarno-Hatta, Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Bandar Udara Radin Inten II, dan Bandar Udara Budiarto.

Selain berdampak terhadap aktivitas penerbangan, abu vulkanik juga mencapai sejumlah kawasan permukiman dan fasilitas umum.

Pada Minggu (7/9), pembersihan abu vulkanik dilakukan di SDN 1 Merak Belantung, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Petugas menyemprotkan air untuk membersihkan lingkungan sekolah sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Penjelasan Gas SO2 akibat Erupsi Gunung Berapi

Selain menghasilkan abu vulkanik, erupsi gunung berapi juga mengeluarkan gas sulfur dioksida (SO2) yang terdeteksi melalui pemantauan satelit.

Badan Geologi menjelaskan area berwarna merah pada peta satelit tidak otomatis menunjukkan masyarakat sedang menghirup SO2 dalam konsentrasi berbahaya.

Peta tersebut menggambarkan jumlah atau anomali SO2 pada kolom atmosfer di ketinggian tertentu, bukan kualitas udara di permukaan.

Menurut penjelasan BMKH pada akun resmi X @infoBMKG, kandungan SO2 di atmosfer dapat bereaksi dengan oksigen dan uap air sehingga sebagian berubah menjadi partikel halus berupa aerosol sulfat.

Badan Geologi juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi apabila mencium bau gas sulfur.

Warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan berlindung di dalam rumah atau bangunan.

Baca Juga:  Update Gunung Anak Krakatau Hari Ini: Ada Daratan Baru Seluas 30,3 Hektare Diduga Cucu Krakatau 

Selain itu, masyarakat diminta tidak mengonsumsi air hujan karena berpotensi bersifat asam.

(AKM/NID/RAD)

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba
Berita7 minutes ago

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga22 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita41 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita48 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal2 hours ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi4 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Trending