Harga minyak dunia melonjak pada Senin (18/5) setelah serangan drone menghantam pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Uni Emirat Arab (UEA).
Brent umumnya menjadi acuan pasar internasional di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, sementara WTI menjadi standar utama di Amerika Serikat.
Harga minyak dunia pada Jumat (15/5) ditutup menguat tajam di tengah meningkatnya perhatian Trump terhadap konflik dengan Iran.
Harga minyak dunia pada perdagangan Jumat (15/5) menguat di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.
Harga minyak dunia stabil pada Kamis 14 Mei 2026 dengan WTI di sekitar US$101 per barel dan Brent di atas US$105.
Harga minyak dunia kembali meroket pada Rabu (13/5) di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Harga minyak dunia pada Selasa (12/5) mengalami kenaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga minyak dunia melonjak pada Senin (11/5), dengan kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) dan Brent masing-masing naik 3%.
Harga minyak dunia pada perdagangan Jumat (8/5) ditutup menguat setelah berfluktuasi tajam sepanjang sesi.
Harga minyak dunia pada perdagangan Jumat (8/5) mengalami kenaikan tipis.