Harga minyak dunia melonjak tajam pada Senin (13/4), seiring dengan menegangnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga minyak dunia naik setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, memicu kekhawatiran pasokan energi global di tengah meningkatnya konflik Israel-Lebanon.
Harga minyak dunia kembali mencatatkan kenaikan pada Selasa pagi (31/3).
Australia menggratiskan transportasi umum di dua negara bagian, Victoria dan Tasmania, mulai akhir Maret 2026.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak Brent hingga 9% dan menekan pasar saham global.
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 4% pada perdagangan global Rabu (11/3) atau Kamis (12/3) waktu Jakarta.
Harga minyak dunia jenis Brent pada perdagangan awal Indonesia hari ini, Rabu (11/3), tercatat mengalami penurunan.
Harga minyak dunia melonjak tajam akibat konflik Timur Tengah dan penurunan produksi minyak Irak. Minyak Brent kini menembus $105 per barel.
Harga minyak dunia melonjak tajam setelah kapal-kapal di dekat Selat Hormuz diserang.
Harga minyak dunia turun 7% usai Iran serang pangkalan AS di Qatar. Meski Selat Hormuz tetap terbuka, pasar energi global tetap dihantui ketegangan.