Teknologi
Aplikasi KAI Access Hadirkan Fitur Baru! Penumpang Perempuan Kini Bisa Pilih Kursi Sesama Perempuan
KAI luncurkan fitur baru di aplikasi KAI Access, memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi bersebelahan dengan sesama perempuan.
MPN Indonesia 23 Maret 2025 - PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan fitur terbaru dalam aplikasi KAI Access pada (20/3), yang memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi bersebelahan dengan sesama perempuan.
Inovasi ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam perjalanan, khususnya bagi perempuan yang bepergian sendiri menggunakan transportasi kereta api.
Fitur tersebut bekerja berdasarkan identifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK), yang memungkinkan sistem mendeteksi apakah pengguna aplikasi terdaftar sebagai perempuan.
Hanya penumpang dengan NIK perempuan yang dapat mengakses informasi mengenai kursi khusus ini.
Kemudahan dan Kenyamanan untuk Penumpang Perempuan
Melalui fitur baru ini, penumpang perempuan kini dapat lebih bebas menentukan posisi tempat duduk tanpa rasa canggung atau khawatir apabila harus duduk di sebelah laki-laki yang tidak dikenal.
Peningkatan layanan dalam aplikasi KAI Access ini merupakan bagian dari kebijakan transportasi yang menitikberatkan pada kenyamanan pengguna, khususnya penumpang perempuan.
Peluncuran fitur ini mendapatkan sambutan luas dari masyarakat. Banyak pengguna media sosial menyampaikan apresiasi terhadap langkah KAI yang dianggap sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperhatikan kebutuhan spesifik kelompok tertentu dalam layanan publik.
Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dari salah satu pengguna media sosial, X (Twitter), @raihanaulia_rar pada Minggu (23/3) membagikan pengalamannya setelah menggunakan fitur ini. Ia menulis, “Sekarang di KAI Access khusus NIK perempuan, bisa lihat kursi mana yang bersebelahan dengan sesama perempuan.” Ia menambahkan bahwa fitur ini sangat membantu perempuan yang bepergian sendiri agar merasa lebih nyaman.
Dukung Solo Traveler Perempuan
Fitur baru di KAI Access ini juga dinilai bermanfaat bagi perempuan yang sering melakukan perjalanan sendiri atau solo traveler. Dengan kehadiran fitur ini, diharapkan pengalaman perjalanan menjadi lebih aman dan menyenangkan.
Banyak penumpang perempuan menyatakan harapan agar layanan ini terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak pengguna.
KAI, melalui fitur ini, memperlihatkan komitmennya dalam memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang perempuan, selaras dengan semangat kebijakan transportasi yang inklusif dan sensitif terhadap kebutuhan gender.
Tantangan dan Potensi Penyalahgunaan
Meski mendapat tanggapan positif, fitur ini juga menimbulkan kekhawatiran dari sebagian masyarakat. Beberapa pengguna media sosial mengungkapkan kekhawatiran atas kemungkinan penyalahgunaan fitur oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Salah satu pengguna X, @MiyanagiDeswira, menyuarakan keprihatinan terkait kemungkinan penggunaan NIK perempuan oleh laki-laki untuk mendapatkan akses terhadap kursi yang berdekatan dengan penumpang perempuan.
@MiyanagiDeswira menulis, “’oknum’ penumpang laki2 yang ‘meminjam’ NIK teman perempuan/saudari untuk mengecek tempat duduk yang terisi perempuan dan ketika sudah ketemu ‘target’nya, maka ‘oknum’ penumpang tersebut akan reservasi menggunakan Identitas sendiri, dan tempat duduk di sebelah ‘target’
Kekhawatiran ini menimbulkan diskusi mengenai pentingnya penguatan sistem verifikasi dalam aplikasi KAI Access.
Beberapa pengguna mengusulkan agar KAI melakukan verifikasi tambahan, seperti mencocokkan data NIK dengan identitas di KTP saat proses boarding.
Usulan Peningkatan Sistem Keamanan
Untuk mencegah potensi penyalahgunaan, masyarakat mengusulkan agar KAI memperketat sistem keamanan dalam aplikasi. Salah satu langkah yang disarankan adalah peningkatan proteksi data penumpang dan pengawasan penerapan fitur secara berkelanjutan.
Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memastikan layanan publik berbasis digital tetap aman dan andal bagi penggunanya.
Hingga kini, PT KAI belum memberikan tanggapan resmi atas kekhawatiran tersebut. Namun, publik berharap agar fitur ini dapat terus dikembangkan tanpa menimbulkan risiko baru, dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi penumpang perempuan.
Fitur ini menjadi bagian dari penguatan kebijakan pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi yang aman dan inklusif.
Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menyesuaikan layanan transportasi umum dengan kebutuhan nyata di lapangan, terutama bagi penumpang perempuan yang selama ini menghadapi tantangan dalam perjalanan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
