Connect with us

Teknologi

Baterai Nuklir Mini Buatan China Disebut Bisa Bertahan 50 Tahun Tanpa Dicas

Perusahaan teknologi asal China, Betavolt New Energy Technology yang berbasis di Beijing, memperkenalkan baterai nuklir mini bernama BV100.

Logompn

Published

on

Baterai Nuklir Mini Buatan China Disebut Bisa Bertahan 50 Tahun Tanpa Dicas
Baterai Nuklir Mini Buatan China Disebut Bisa Bertahan 50 Tahun Tanpa Dicas | Gambar: Handout via SCMP

MPN Indonesia 20 Maret 2026 - Perusahaan teknologi asal China, Betavolt New Energy Technology yang berbasis di Beijing, memperkenalkan baterai nuklir mini bernama BV100 pada awal 2024.

Perangkat ini diklaim mampu menghasilkan listrik hingga 50 tahun tanpa perlu dicas atau dilakukan perawatan.

Baterai ini dikembangkan untuk memberi daya pada berbagai perangkat elektronik kecil, seperti sensor industri, alat medis, hingga robot mini.

Hasilkan Daya 100 Mikrowatt

Dikutip MPN Indonesia dari laman Popular Mechanics, baterai BV100 bekerja dengan memanfaatkan isotop radioaktif nickel-63 sebagai sumber radioaktifnya.

Partikel tersebut kemudian dikonversi menjadi arus listrik oleh lapisan semikonduktor berbahan berlian tipis.

Dengan ukuran hanya 15 x 15 x 5 milimeter, BV100 mampu menghasilkan daya sebesar 100 mikrowatt pada tegangan 3 volt.

Kendati daya tersebut belum cukup untuk menghidupkan perangkat seperti smartphone, teknologi ini dipandang relevan untuk perangkat berdaya rendah yang membutuhkan masa pakai sangat panjang.

Tahan Panas

Struktur baterai ini terdiri dari lapisan isotop nickel-63 yang dijepit antara dua lapisan semikonduktor berlian.

Saat peluruhan terjadi, partikel beta menabrak semikonduktor, menciptakan arus listrik yang stabil.

Isotop radioaktif tersebut secara alami akan berubah menjadi tembaga stabil seiring waktu, membuatnya lebih mudah didaur ulang dan dinilai ramah lingkungan.

Betavolt mengklaim kepadatan energi baterai ini mencapai 10 kali lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional.

Selain efisiensi, BV100 juga didesain tahan terhadap suhu ekstrem, dengan rentang operasional -60°C hingga 120°C, serta tidak memiliki risiko meledak atau terbakar.

Belum Bisa Digunakan pada Smartphone

Meskipun potensinya besar, daya yang dihasilkan oleh BV100 saat ini belum cukup untuk digunakan pada perangkat yang membutuhkan konsumsi tinggi, seperti smartphone.

Baca Juga:  Kunjungi KSTI 2025, Prabowo Janji Dukung Kemajuan Iptek demi Indonesia Emas

Smartphone saat melakukan panggilan video dapat mengonsumsi daya hingga beberapa watt, jauh lebih besar dibandingkan output BV100 yang hanya sekitar 100 mikrowatt.

Juan Claudio Nino, ilmuwan material dari University of Florida, menyatakan bahwa daya BV100 lebih cocok digunakan pada perangkat dengan konsumsi daya sangat rendah, seperti sensor nirkabel atau alat medis kecil.

Betavolt berencana untuk mengembangkan generasi selanjutnya dari baterai ini dengan daya yang ditingkatkan hingga 1 watt.

(AKM/NID/RAD)

Trending