Connect with us

Teknologi

Ketimbang Coding, Elon Musk dan CEO Nvidia Kompak Pilih Belajar Fisika

Elon Musk dan Jensen Huang kompak mendorong prioritas pembelajaran ilmu fisika dan matematika dibandingkan coding atau pemrograman komputer.

Logompn

Published

on

Ketimbang coding, elon musk dan ceo nvidia kompak pilih belajar fisika
Ketimbang Coding, Elon Musk dan CEO Nvidia Kompak Pilih Belajar Fisika | Gambar: Ilustras Canva

MPN Indonesia 4 Agustus 2025 - CEO Tesla Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang kompak mendorong prioritas pembelajaran ilmu fisika dan matematika dibandingkan coding atau pemrograman komputer.

Pernyataan keduanya muncul di tengah tren kecerdasan buatan (AI) yang kini sedang berkembang pesat.

Elon Musk menyampaikan pandangannya melalui platform X sebagai respons atas unggahan CEO Telegram Pavel Durov yang menganjurkan siswa menguasai matematika.

Musk menambahkan bahwa fisika juga perlu menjadi prioritas.

“Fisika (dengan matematika),” kata Elon Musk menanggapi unggahan tersebut, dikutip MPN Indonesia dari MoneyControl, Senin (4/8).

Senada, Jensen Huang menyatakan bahwa jika dirinya kembali ke usia 20-an saat ini, ia akan memilih mempelajari ilmu fisika dibandingkan perangkat lunak.

“Saya mungkin akan mempelajari ilmu fisika,” ujar Huang.

Alasan Pilih Fisika ketimbang Coding

Jensen Huang menjelaskan bahwa sistem AI masa depan, terutama yang beroperasi dalam bidang robotika dan lingkungan dunia nyata, membutuhkan pemahaman fisika yang mendalam.

Menurutnya, perkembangan AI fisik akan mengharuskan penguasaan prinsip-prinsip seperti hukum fisika, gesekan, kelembaman, serta hubungan sebab dan akibat.

“Gelombang berikutnya mengharuskan kita untuk memahami gesekan, kelembaman, serta sebab dan akibat,” ujar Huang.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan latar belakangnya sebagai pendiri Nvidia, perusahaan semikonduktor yang kini menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 4 triliun.

Elon Musk juga telah lama menyatakan bahwa fisika merupakan pondasi utama dalam memecahkan permasalahan kompleks.

Pendekatan Musk dalam membangun inovasi, mulai dari roket SpaceX hingga mobil otonom Tesla, menuntut penguasaan fisika yang komprehensif.

AI Fisik akan jadi The New AI yang Diminati

Jensen Huang membagi perkembangan AI dalam beberapa fase. Ia menyebut gelombang pertama sebagai AI persepsi, dilanjutkan dengan fase AI generatif seperti ChatGPT.

Baca Juga:  Ternyata Ini Alasan Brasil Blokir X

Kini, dunia memasuki era AI penalaran, di mana AI dapat memahami, memecahkan masalah, dan mengenali kondisi baru. Tahapan selanjutnya yang diyakini Huang adalah AI fisik.

AI fisik ditandai dengan kemampuan penalaran berbasis hukum fisika. Hal ini mencakup kemampuan memprediksi arah gerak objek, menentukan kekuatan yang diperlukan untuk memegang suatu benda tanpa merusaknya, hingga menyimpulkan keberadaan objek yang tidak terlihat langsung.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending