Connect with us

Teknologi

Menghadapi Ketergantungan pada Teknologi Asing dalam Sektor Pendidikan di Indonesia

Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam dunia pendidikan akibat ketergantungan pada teknologi asing.

Logompn

Published

on

Menghadapi ketergantungan pada teknologi asing dalam sektor pendidikan di indonesia
Indonesia menghadapi tantangan ketergantungan pada teknologi asing di sektor pendidikan. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 18 April 2025 - Indonesia tengah menghadapi tantangan serius terkait ketergantungan pada teknologi asing dalam sektor pendidikan. Masalah ini mencakup berbagai aspek, mulai dari keamanan data hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM). 

Sejumlah pendidik dan akademisi memberikan tanggapan beragam mengenai bagaimana hal ini mempengaruhi sistem pendidikan nasional.

Isu Keamanan Data dan Ketergantungan Server Asing

Ketergantungan terhadap teknologi asing dianggap menimbulkan risiko serius, khususnya dalam hal keamanan data. Dufi, seorang guru di Tangerang Selatan, menyoroti kekhawatiran ini dengan menyatakan bahwa data pendidikan yang dikelola di Indonesia bisa saja disimpan di server luar negeri. 

“Kita harus berhati-hati karena data yang kita simpan bisa jadi tidak berada di server lokal, melainkan di luar negeri,” ujar Dufi kepada MPN Indonesia pada Jumat (18/4)

Menurut Dufi, hal ini dapat membuka potensi kebocoran data serta menimbulkan ketergantungan struktural yang merugikan dalam jangka panjang.

Kekhawatiran ini sejalan dengan pendapat Dufi dalam wawancara yang menyebutkan bahwa penggunaan platform seperti Google Docs dan SharePoint Microsoft, meskipun membantu dalam penyimpanan dan pengerjaan tugas secara daring, tetap menyimpan risiko karena data tersebut tidak disimpan secara lokal.

“Kita terlena menggunakan aplikasi luar, padahal kita bisa jadi hanya sebagai pelayan mereka,” ungkap Dufi.

Tanggapan Beragam terhadap Ketergantungan Teknologi

Sementara itu, Resita Rahma, Kaprodi Bisnis Digital di Politeknik Piksi Input Serang, menyampaikan pandangan yang lebih positif terhadap ketergantungan ini. 

“Saya rasa kita tidak perlu khawatir soal ketergantungan pada teknologi asing. Teknologi selalu berkembang, dan yang penting adalah bagaimana kita memanfaatkan teknologi sesuai dengan kebutuhan kita,” jelas Resita Rahma kepada MPN Indonesia pada Jumat (18/4). 

Baca Juga:  Miris! Dua Anak SD di Tangsel Tak Bisa Sekolah karena Diminta Bayar Seragam Rp1,1 Juta per Orang

Bagi Resita Rahma, selama digunakan secara bijak, teknologi asing tetap dapat memberikan manfaat besar dalam dunia pendidikan.

Ardhie dari SMKN 2 Jakarta juga menilai bahwa teknologi akan terus berkembang dan tidak seharusnya menjadi sumber kekhawatiran. Ia menekankan perlunya kesiapan dalam menghadapi dampak negatif dan memaksimalkan manfaat teknologi.

Tantangan dalam Pengembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia

Sejumlah tantangan dihadapi dalam pengembangan teknologi lokal di sektor pendidikan. Dufi mengidentifikasi keterbatasan infrastruktur digital sebagai salah satu hambatan utama, terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). 

“Banyak daerah belum memiliki jaringan internet memadai serta perangkat digital yang terjangkau,” jelas Dufi. Selain itu, banyak pengajar masih menggunakan metode konvensional seperti spidol dan papan tulis karena keterbatasan fasilitas.

Resita Rahma menambahkan bahwa tantangan juga muncul dari sisi tenaga pendidik. Dosen, khususnya di kampus swasta, kesulitan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi karena beban administrasi dan kurangnya pelatihan. Ia menyatakan, “Kami harus menyesuaikan secara mandiri dengan perkembangan yang terjadi, sementara pelatihan tidak tersedia.”

Tren Teknologi yang Mempengaruhi Pendidikan

Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Virtual Reality (VR), dan Cloud Computing akan memainkan peran besar dalam lima tahun ke depan. 

Menurut Dufi, AI dapat membantu guru dan siswa, sementara cloud computing memungkinkan penyimpanan dan pengolahan data secara real-time. “VR dan AR akan menjadi metode pembelajaran interaktif tanpa tatap muka langsung,” jelasnya.

Resita Rahma juga memandang AI sebagai tren utama di dunia pendidikan, terutama di tingkat mahasiswa. Ardhie menambahkan bahwa AI akan menjadi pengaruh paling besar di masa depan.

Solusi untuk Mengurangi Ketergantungan

Untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, diperlukan pengembangan teknologi lokal yang berkelanjutan. 

Baca Juga:  Ketimbang Coding, Elon Musk dan CEO Nvidia Kompak Pilih Belajar Fisika

Selain itu, pelatihan dan penyuluhan kepada pendidik dan siswa dianggap penting untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan data yang aman.

Literasi digital yang merata masih menjadi tantangan. Dufi menekankan bahwa meskipun minat terhadap bidang teknologi tinggi, pemahaman terhadap penggunaannya masih rendah. Ia menyarankan adanya pelatihan guru secara merata sebagai upaya peningkatan kemampuan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending