Teknologi
Meta Tawarkan Akses WhatsApp Gratis ke OpenAI
Meta Platforms menawarkan akses gratis layanan WhatsApp kepada chatbot kecerdasan buatan pesaing seperti OpenAI dan Anthropic di Eropa.
MPN Indonesia 20 Mei 2026 - Meta Platforms menawarkan akses gratis layanan WhatsApp kepada chatbot kecerdasan buatan pesaing seperti OpenAI dan Anthropic di Eropa.
Namun, akses tersebut akan dikenakan biaya setelah mencapai batas tertentu jumlah pesan kepada pengguna.
Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, tawaran itu diajukan Meta kepada regulator antimonopoli Uni Eropa pekan lalu sebagai bagian dari upaya perusahaan teknologi tersebut meredakan penyelidikan.
Langkah tersebut muncul setelah Komisi Eropa menyatakan sedang mempertimbangkan perintah sementara yang mewajibkan Meta membuka akses WhatsApp kepada pesaing hingga investigasi selesai.
Berdasarkan laporan Technobezz, kasus ini bermula ketika Meta pada Oktober 2025 mengumumkan akan memblokir chatbot AI pihak ketiga dari WhatsApp Business API mulai Januari 2026.
Tanggapan Pesaing
Otoritas Uni Eropa memberi waktu hingga 18 Mei kepada pihak-pihak yang berminat untuk memberikan tanggapan sebelum memutuskan apakah proposal Meta diterima atau tidak.
Namun, para pesaing yang lebih kecil mengatakan mereka tidak tertarik dengan tawaran Meta.
“Sayangnya, proposal Meta saat ini masih jauh dari menyelesaikan masalah persaingan yang diidentifikasi dalam kasus ini,” kata pengembang asisten AI Poke.com, The Interaction Company of California.
“Jika Meta tidak segera mengajukan proposal yang benar-benar konstruktif, kami mendesak Komisi untuk melanjutkan dengan langkah-langkah sementara,” sambungnya.
Regulator Eropa Jaga Persaingan Pasar
Kasus ini menjadi perhatian regulator Eropa karena berkaitan dengan upaya menjaga persaingan di pasar AI yang berkembang pesat.
Komisi Eropa menyatakan prioritas mereka adalah memastikan pasar asisten AI tetap terbuka dan kompetitif bagi inovator serta mencegah perusahaan teknologi besar menguasai pasar digital baru atau menghambat pesaing kecil.
Meta sempat mengubah kebijakan pada Maret 2026 dengan mengizinkan kembali chatbot AI pesaing menggunakan WhatsApp, tetapi dengan skema berbayar.
Kebijakan tersebut memicu dakwaan kedua dari regulator Uni Eropa terhadap perusahaan teknologi itu.
Otoritas persaingan Italia sebelumnya juga telah turun tangan pada Desember 2025 dengan memperingatkan bahwa larangan terhadap chatbot AI pihak ketiga dapat merusak persaingan di pasar AI.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
