Connect with us

Teknologi

Nvidia Menyerah di Pasar China, Huawei Kian Kuasai Chip AI

Nvidia menyatakan telah merelakan sebagian besar pasar chip kecerdasan buatan (AI) di China kepada Huawei setelah pembatasan ekspor dari Amerika Serikat (AS).

Logompn

Published

on

Nvidia Menyerah di Pasar China, Huawei Kian Kuasai Chip AI
Nvidia Menyerah di Pasar China, Huawei Kian Kuasai Chip AI. Gambar: Reuters/Steve Marcus

MPN Indonesia 27 Mei 2026 - Nvidia menyatakan telah merelakan sebagian besar pasar chip kecerdasan buatan (AI) di China kepada Huawei setelah pembatasan ekspor dari Amerika Serikat (AS).

Kebijakan pemerintah AS mewajibkan Nvidia memiliki lisensi ekspor chip AI ke China sejak April lalu.

Pembatasan tersebut mengubah lanskap semikonduktor global dan mendorong percepatan kemandirian industri chip China.

“Permintaan di China sangat besar,” kata Huang kepada CNBC International.

“Huawei sangat, sangat kuat. Mereka mencetak rekor tahunan. Mereka sepertinya akan menyambut tahun yang menakjubkan. Ekosistem perusahaan chip lokal mereka berjalan cukup baik, karena kami telah meninggalkan pasar itu,” sambungnya.

Sebelumnya, Nvidia melaporkan kinerja keuangan dengan pendapatan melonjak 85% menjadi US$ 81,62 miliar dari US$ 44,06 miliar pada periode sebelumnya.

Dampak Regulasi Trump

Pembatasan ekspor chip kecerdasan buatan oleh pemerintah AS disebut mempercepat dorongan Beijing menuju swasembada semikonduktor.

Pasar China sebelumnya menyumbang setidaknya seperlima pendapatan data center Nvidia.

Namun, setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memberi tahu Nvidia pada April bahwa perusahaan memerlukan lisensi untuk mengekspor chip ke China dan beberapa negara lain, posisi Nvidia di pasar tersebut semakin terpinggirkan.

Huang menyampaikan bahwa perusahaannya tidak memiliki ekspektasi terkait pembukaan kembali akses penuh ke pasar China dalam waktu dekat.

“Saya tidak memiliki ekspektasi apa pun. Itulah sebabnya kami menyampaikan semua panduan, angka, dan ekspektasi kepada semua analis dan investor kami, untuk tidak mengharapkan apa pun,” ujarnya.

Meski demikian, Huang mengaku siap untuk kembali melayani pasar China apabila kondisi regulasi berubah.

“Kami akan sangat senang melayani pasar China. Kami memiliki banyak pelanggan di sana, kami memiliki banyak mitra di sana, dan kami telah berada di sana selama 30 tahun,” sambungnya.

Baca Juga:  Windows 10 Akan Berakhir pada 2025, Pengguna Dianjurkan Update ke Windows 11!

Huang Ikut Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Huang turut hadir dalam pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Beijing baru-baru ini.

Namun, kunjungan tersebut tidak memperjelas apakah chip H200 Nvidia akan diizinkan masuk ke pasar China.

Reuters melaporkan beberapa perusahaan China telah menerima persetujuan dari Kementerian Perdagangan AS untuk membeli chip H200, termasuk Alibaba, Tencent, ByteDance, dan JD.com.

Seorang perwakilan perdagangan AS menyatakan kontrol ekspor chip bukan bagian dari diskusi selama pembicaraan dengan China.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending