Connect with us

Uncategorized

Apa Itu Hantavirus? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya

Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa dan disebarkan oleh tikus serta hewan pengerat lainnya.

Logompn

Published

on

Apa Itu Hantavirus Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya
Apa Itu Hantavirus? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 6 Mei 2026 - Hantavirus mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun virus ini merupakan ancaman kesehatan yang serius karena sifatnya yang mematikan.

Dikutip MPN Indonesia dari Alodokter, penyakit ini tergolong sebagai zoonosis, yaitu penyakit yang penularannya dimulai dari hewan ke manusia.

Meski kasusnya jarang terjadi, namun tingkat kematian akibat infeksi hantavirus tergolong tinggi, yakni mencapai 30% hingga 50% tergantung pada jenis strain virusnya.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa dan disebarkan oleh tikus serta hewan pengerat lainnya.

Infeksi virus ini dapat memicu dua kondisi medis utama yang sangat berat, yaitu hantavirus pulmonary syndrome atau HPS (gangguan parah pada paru-paru) dan hemorrhagic fever with renal syndrome atau HFRS (gangguan pada pembuluh darah dan ginjal).

Dikutip MPN Indonesia dari Halodoc, virus ini sering ditemukan di wilayah Amerika Utara dan Selatan.

Penyebab Hantavirus

Penyebab utama infeksi hantavirus adalah kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Perlu dicatat bahwa penularan antarmanusia sangat jarang terjadi.

Berikut adalah beberapa cara virus ini masuk ke tubuh manusia:

  • Menghirup Udara Terkontaminasi: Cara penularan yang paling umum adalah melalui partikel udara (mikroskopis) dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang terhirup oleh manusia.
  • Kontak Langsung: Menyentuh feses, urine, atau bahan sarang tikus, lalu menyentuh area mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan.
  • Makanan Kontaminasi: Mengonsumsi makanan yang telah terkena air liur atau kotoran hewan pengerat.
  • Luka Fisik: Terkena gigitan atau cakaran dari tikus yang membawa virus.

Bagaimana Rasanya Terkena Hantavirus?

Gejala biasanya muncul sekitar 1 hingga 8 minggu setelah terpapar. Infeksi berkembang dalam dua tahap:

Baca Juga:  Mengenal Virus HMPV, 10 Hal yang Wajib Kamu Tahu: Gejala hingga Penanganan

Tahap Awal: Penderita akan merasakan demam, menggigil, sakit kepala hebat, dan nyeri otot di seluruh tubuh. Selain itu, sering muncul gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare.

Tahap Lanjut: Setelah beberapa hari, kondisi akan memburuk dengan cepat, penderita akan mengalami gejala:

  • HPS: Paru-paru terisi cairan (edema paru), menyebabkan batuk, sesak napas akut, nyeri dada, dan detak jantung tidak teratur.
  • HFRS: Muncul ruam kulit, kemerahan di wajah, tekanan darah rendah, hingga perdarahan dan gagal ginjal akut.

Cara Mengobati Hantavirus

Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik yang benar-benar efektif untuk mematikan hantavirus.

Kunci utama keselamatan adalah penanganan medis sedini mungkin di Unit Perawatan Intensif (ICU). Metode pengobatan meliputi:

  • Alat Bantu Napas: Pemberian oksigen tambahan melalui ventilator untuk membantu paru-paru yang terendam cairan.
  • Pemberian Cairan Infus: Untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan menormalkan tekanan darah.
  • Obat Antivirus: Penggunaan ribavirin terkadang diberikan, terutama pada kasus HFRS tahap awal.
  • Tindakan Khusus: Pada kasus berat, dokter mungkin menggunakan mesin ECMO (oksigenasi membran ekstrakorporeal) untuk menggantikan fungsi paru-paru sementara, atau dialisis (cuci darah) jika terjadi gagal ginjal.

Pencegahan Hantavirus

Karena pilihannya pengobatannya terbatas, pencegahan adalah perlindungan terbaik. Langkah utama yang bisa dilakukan adalah memutus akses tikus ke lingkungan kita:

  1. Menutup Akses Rumah: Tutup semua lubang sekecil 6 milimeter di rumah dengan semen atau kawat agar tikus tidak bisa masuk.
  2. Menjaga Kebersihan Makanan: Simpan makanan dalam wadah rapat dan segera cuci piring serta bersihkan sisa makanan.
  3. Pembersihan yang Aman: Saat membersihkan area yang ada kotoran tikus, jangan menyapunya karena virus bisa terbang ke udara. Semprotkan disinfektan atau cairan pemutih terlebih dahulu, diamkan 5 menit, lalu bersihkan menggunakan sarung tangan dan masker.
  4. Gunakan Perangkap: Pasang perangkap tikus di area yang dicurigai menjadi sarang.
  5. Rajin Cuci Tangan: Selalu cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas, terutama jika berada di area gudang atau ruang bawah tanah yang jarang digunakan.
Baca Juga:  Cara Efektif Mencegah Amebiasis untuk Kesehatan yang Lebih Baik

(ADN/NID/RAD)

Trending