Connect with us

Internasional

Waspada Serangan AS, Iran Bangun Bunker Beton Rahasia

Iran mempercepat pembangunan bunker beton di Parchin dan Natanz di tengah ancaman serangan Amerika Serikat.

Logompn

Published

on

Waspada Serangan AS, Iran Bangun Bunker Beton Rahasia
Waspada Serangan AS, Iran Bangun Bunker Beton Rahasia. Gambar: X/@DAVIDHALBRIGHT1

MPN Indonesia 22 Februari 2026 - Iran mempercepat pembangunan bunker beton di fasilitas militer sensitif sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan serangan dari Amerika Serikat.

Berdasarkan citra satelit yang dirilis, pembangunan tersebut berlangsung di lokasi-lokasi strategis seperti Parchin, Isfahan, dan Natanz.

Aktivitas ini meningkat sejak serangan yang dilancarkan Israel pada tahun 2024, dan berlangsung di tengah eskalasi konflik internasional antara Iran, AS, dan sekutunya.

Pada Senin (16/2), struktur utama di kompleks militer Parchin, sekitar 30 km tenggara Teheran, telah sepenuhnya tertutup beton.

Lokasi ini sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan Israel pada Oktober 2024.

Gambar satelit memperlihatkan pembangunan bunker yang disebut “sarkofagus beton” di lokasi yang diidentifikasi sebagai Taleghan 2.

“Menunda negosiasi memiliki manfaatnya: Selama dua hingga tiga minggu terakhir, Iran sibuk mengubur fasilitas Taleghan 2 yang baru… fasilitas tersebut mungkin segera menjadi bunker yang sama sekali tidak dapat dikenali, memberikan perlindungan signifikan dari serangan udara,” ujar pendiri Institut Sains dan Keamanan Internasional, David Albright melalui akun X @DAVIDHALBRIGHT1, dikutip MPN Indonesia pada Minggu, (22/2).

Langkah tersebut muncul bersamaan dengan upaya diplomatik yang mandek antara Teheran dan Washington terkait program nuklir Iran.

Meskipun pertemuan terakhir di Jenewa menghasilkan kesepahaman prinsip, belum ada terobosan signifikan.

Sebagai respons atas kebuntuan ini, Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan militernya ke kawasan, termasuk dua kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.

Penguatan Infrastruktur Militer Iran

Citra satelit terbaru menunjukkan beberapa perubahan besar di sejumlah lokasi militer Iran.

Baca Juga:  Tsunami 1,2 Meter Hantam Pantai AS

Di kompleks Parchin, pembangunan kembali fasilitas terlihat jelas sejak 6 November 2024, lalu dengan tambahan dua struktur kecil di sekitarnya yang terlihat pada 12 Oktober 2025.

Perkembangan lebih lanjut terlihat pada 14 November 2025, ketika struktur besar telah tertutup atap logam, dan pada Senin (16/2), seluruh struktur tak terlihat karena telah tertutup oleh beton.

Hal ini menindaklanjuti pemboman oleh AS pada Juni 2025 dalam perang 12 hari yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

“Penimbunan kembali pintu masuk terowongan akan membantu meredam potensi serangan udara dan juga mempersulit akses darat dalam serangan pasukan khusus untuk merebut atau menghancurkan uranium yang sangat diperkaya yang mungkin disimpan di dalamnya,” tulis laporan Institut Sains dan Keamanan Internasional pada Senin, (9/2).

Kompleks lain yang diperkuat berada di dekat Natanz. Sejak Selasa (10/2), dua pintu masuk ke terowongan bawah gunung telah diperkuat.

Citra menunjukkan aktivitas alat berat seperti truk pengangkut dan pengaduk semen, yang digunakan untuk memperkokoh pertahanan kompleks yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe.

Perbaikan di Pangkalan Rudal

Iran juga melakukan perbaikan di sejumlah pangkalan rudal yang rusak akibat konflik tahun lalu.

Di pangkalan rudal Shiraz Selatan, sekitar 10 km di selatan kota Shiraz, perbandingan citra satelit antara 3 Juli 2025 dan Jumat (30/1) menunjukkan proses rekonstruksi dan pembersihan telah dilakukan.

Namun, analis William Goodhind menegaskan bahwa pangkalan tersebut belum kembali ke kapasitas operasional penuhnya seperti sebelum serangan udara.

Sementara itu, pangkalan rudal di utara kota Qom juga mengalami kerusakan sedang di permukaan tanah.

Perbaikan atap gedung utama terlihat dimulai pada 17 November 2025 dan diperkirakan selesai sepuluh hari kemudian, berdasarkan citra dari Minggu (1/2).

Baca Juga:  Menlu Arab Saudi Minta Intervensi Dunia Buat Akhiri Genosida Israel di Gaza

Ketegangan Meningkat, Latihan Militer Digelar

Seiring meningkatnya ketegangan internasional, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggelar latihan perang pada Senin dan Selasa di Selat Hormuz.

Latihan ini diklaim sebagai persiapan menghadapi potensi ancaman militer.

Pada Rabu, Iran mengumumkan latihan angkatan laut gabungan baru dengan Rusia di Laut Oman, dengan tujuan meningkatkan koordinasi keamanan maritim.

Di sisi lain, Amerika Serikat terus meningkatkan kehadiran militernya.

Saat ini, terdapat 13 kapal perang AS di kawasan Timur Tengah, termasuk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford yang dikawal kapal perusak.

Trump telah memerintahkan pengerahan kapal induk kedua ke kawasan sejak awal Februari 2026.

Gedung Putih menyatakan sikap tegas terhadap Iran.

“Iran akan sangat bijak jika membuat kesepakatan dengan Presiden Trump dan pemerintahannya,” kata juru bicara Karoline Leavitt dalam keterangannya.

Melalui platform Truth Social, pemerintahan Trump menulis bahwa jika Iran menolak kesepakatan, AS mungkin perlu menggunakan pangkalan udara di Samudra Hindia di Kepulauan Chagos untuk memberantas potensi serangan oleh rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya.

Proses Diplomatik Masih Mandek

Pertemuan terbaru AS-Iran di Jenewa pada Jumat (6/2) hanya menghasilkan kesepahaman prinsip panduan, tanpa terobosan konkret.

Iran menyatakan akan mengajukan proposal terperinci dalam dua minggu.

Namun, salah satu hambatan utama adalah tuntutan AS untuk memperluas kesepakatan agar mencakup pembatasan persenjataan balistik Iran dan dukungan terhadap sekutunya di kawasan.

Teheran menolak ketentuan tambahan tersebut namun terbuka untuk membahas pembatasan program nuklir sebagai imbalan atas pencabutan sanksi. 

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending