Politik
Bahlil Sebut Perang di Timur Tengah Tak Berdampak pada Impor BBM RI, Ini Penjelasannya
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah tidak berdampak terhadap impor BBM Indonesia.
MPN Indonesia 12 Maret 2026 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa konflik internasional di Timur Tengah tidak berdampak terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) Indonesia.
Menurut Bahlil, sumber impor BBM Indonesia tidak berasal dari negara-negara di kawasan Timur Tengah, melainkan dari kawasan Asia Tenggara.
“Impor kita untuk BBM jadi itu tidak diambil dari Middle East. Kita ambil dari mana? Asia Tenggara,” kata Bahlil, dikutip MPN Indonesia dari YouTube KementerianESDM, Kamis (12/3).
“Di mana Asia Tenggara itu? Malaysia dan sebagian dari Singapura. Itu tidak ada urusannya sama Selat Hormuz,” sambungnya.
Penegasan ini disampaikan menyusul kekhawatiran terganggunya jalur distribusi energi global akibat konflik Iran vs Amerika Serikat dan Israel.
Jelaskan soal Kapasitas Tampung BBM RI
Bahlil juga menjelaskan bahwa ketersediaan stok BBM di dalam negeri saat ini berada dalam kondisi yang mencukupi.
Ia menyampaikan bahwa kapasitas tampung nasional mampu menopang kebutuhan hingga 21 hari ke depan.
Meski begitu, ia menekankan bahwa perhitungan tersebut bukan berarti pasokan BBM akan habis dalam waktu tersebut.
“Nah sekarang, yang saya sampaikan itu adalah kapasitas tampung kita. Kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Dan minyak kita yang waktu saya sampaikan itu ada kapasitasnya 23 hari,” kata Bahlil.
“Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis terus ini, bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya. Hari ini 23 hari, ada yang keluar lagi contoh 1 juta kiloliter, ada masuk lagi. Karena produksi kita kan jalan terus,” sambungnya.
Skema Daya Tampung BBM
Bahlil menggambarkan sistem distribusi BBM seperti sistem toren air, di mana minyak yang dikeluarkan setiap hari akan langsung digantikan dengan pasokan baru yang masuk sesuai dengan kapasitas tampung tangki nasional.
“Dia itu semacam bak. Tahu nggak ada bak? Kalau saya di kampung dulu nggak ada air PAM, ada air bak,” kata dia.
“Bak itu menampung hujan. Kapasitas mungkin cuma 3 ton. Begitu hujannya tidak ada, airnya ditampung di situ,” tambahnya.
“Jadi, jangan dipikir bodoh satu hari itu minyak kita habis. Bukan itu maksudnya,” pungkasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
