Connect with us

Internasional

PBB Rilis Hasil Penyelidikan soal Penyebab Gugurnya 3 TNI di Lebanon

PBB ungkap temuan awal tewasnya tiga prajurit TNI UNIFIL di Lebanon, satu akibat proyektil tank Israel dan dua lainnya ledakan IED yang diduga dipasang Hizbullah.

Logompn

Published

on

PBB Rilis Hasil Penyelidikan soal Penyebab Gugurnya 3 TNI di Lebanon
PBB Rilis Hasil Penyelidikan soal Penyebab Gugurnya 3 TNI di Lebanon. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 9 April 2026 - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan temuan awal mengenai insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL).

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa satu prajurit meninggal dunia akibat proyektil tank yang ditembakkan oleh militer Israel, sedangkan dua prajurit lainnya tewas karena ledakan bom rakitan atau improvised explosive device (IED) yang diduga dipasang oleh kelompok bersenjata Hizbullah.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers di New York menjelaskan bahwa temuan awal itu didasarkan pada bukti fisik di lokasi kejadian.

“Ini adalah temuan awal yang didasarkan pada bukti fisik awal,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers, dikutip MPN Indonesia dari Reuters pada Kamis (9/4).

Ketiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL tersebut gugur dalam dua peristiwa berbeda, yakni pada 29 Maret 2026 dan 30 Maret 2026.

Proses investigasi penuh masih berlangsung dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

Rincian Temuan Awal PBB di Lebanon

Stephane Dujarric memaparkan hasil analisis atas insiden 29 Maret yang menewaskan satu prajurit TNI di Lebanon.

“Terkait insiden 29 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, menuju Ett Taibe,” jelas Stephane Dujarric.

Untuk insiden 30 Maret, dua prajurit TNI gugur akibat ledakan IED.

“Terkait insiden 30 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi ledakan, kendaraan yang terdampak, serta perangkat peledak rakitan (IED) kedua yang ditemukan di dekat lokasi pada hari yang sama, ledakan tersebut disebabkan oleh IED yang diaktifkan oleh korban (tripwire). Investigasi menilai bahwa, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah,” pungkasnya.

Baca Juga:  Keji! Israel Langgar Gencatan Senjata Hampir 500 Kali dalam 44 Hari

Ia juga menegaskan bahwa hasil tersebut masih bersifat sementara.

“Perlu saya tegaskan kembali bahwa ini merupakan temuan awal, berdasarkan bukti fisik awal. Proses investigasi penuh oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa masih berlangsung, termasuk prosedur yang diperlukan serta keterlibatan dengan para pihak terkait untuk memahami konteks dan keadaan secara menyeluruh di tengah situasi permusuhan yang masih berlangsung,” katanya.

PBB meminta agar kasus tersebut diselidiki lebih lanjut oleh otoritas nasional guna membawa para pelaku ke pengadilan.

Respons Pemerintah Indonesia

Pelaksana Tugas Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Vicka Ancilla telah mendesak agar investigasi dilakukan secara menyeluruh.

“Pemerintah Indonesia dalam hal ini telah mendesak agar semua pihak terkait dapat menyelidiki dan juga mengadili para pelaku serta memastikan akuntabilitas atas kejahatan yang terjadi terhadap personel perdamaian,” ujar Veronica.

Ia juga menegaskan bahwa temuan tersebut masih bersifat penyelidikan awal.

Apabila hasil investigasi penuh nantinya mengonfirmasi temuan sementara tersebut, pemerintah Indonesia akan menyampaikan kecaman keras terhadap Israel atas tindakan yang menyebabkan gugurnya serta terlukanya prajurit TNI yang bertugas sebagai personel pemeliharaan perdamaian.

“Pemerintah Indonesia akan meminta kepada PBB untuk mendesak otoritas terkait agar menyelidiki, mengadili, dan memastikan akuntabilitas penuh bagi para pelaku,” pungkasnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending