Connect with us

Internasional

Langgar Gencatan Senjata, Israel Serang Lebanon hingga Tewaskan Ratusan Orang

Serangan udara Israel ke Lebanon menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya.

Logompn

Published

on

Langgar Gencatan Senjata, Israel Serang Lebanon hingga Tewaskan Ratusan Orang
Langgar Gencatan Senjata, Israel Serang Lebanon hingga Tewaskan Ratusan Orang. Gambar: ABC News

MPN Indonesia 9 April 2026 - Serangan udara Israel terhadap Lebanon terjadi pada Rabu (9/4), menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.165 lainnya.

Serangan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Serangan ini menargetkan berbagai wilayah padat penduduk, termasuk Beirut, Lembah Bekaa, Gunung Lebanon, Sidon, Saida, Nabatieh, serta sejumlah desa di Lebanon selatan.

Dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, Palang Merah Lebanon menyebut angka tersebut berpotensi meningkat hingga 300 korban jiwa.

Militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan serangan terkoordinasi yang menargetkan lebih dari 100 pusat komando dan situs militer Hizbullah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata AS-Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan bahwa Lebanon “terpisah” dari perjanjian tersebut.

Namun, mediator Pakistan menyebut bahwa kesepakatan gencatan senjata mencakup penghentian agresi Israel terhadap Lebanon.

Tenaga Medis Kewalahan

Dikutip dari Reuters, serangan di lingkungan padat penduduk di Beirut dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang.

Rumah sakit di seluruh negeri kewalahan menangani korban, sehingga mengeluarkan imbauan mendesak untuk donor darah dari semua golongan.

Kepala Serikat Dokter Lebanon, Elias Chlela, menyerukan mobilisasi tenaga medis dengan menyatakan bahwa “semua dokter dari semua spesialisasi” harus segera menuju rumah sakit mana pun untuk menawarkan bantuan.

Salah satu rumah sakit terbesar di Beirut juga meminta sumbangan darah guna menangani jumlah korban yang terus meningkat.

Sikap Dunia terhadap Serangan Israel ke Lebanon

Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, mengecam keras serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai “kejahatan perang sepenuhnya.”

Baca Juga:  Trump Ancam Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

“Kejahatan hari ini, yang bertepatan dengan perjanjian gencatan senjata yang diumumkan di wilayah tersebut—sebuah perjanjian yang gagal ditegakkan oleh Israel dan aparat politik serta keamanannya—merupakan ujian serius bagi komunitas internasional dan tantangan terang-terangan terhadap semua hukum, norma, dan konvensi internasional, yang dilanggar Israel setiap hari melalui kampanye pembunuhan manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern,” ujar Nabih Berri, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera pada Kamis (9/4).

Kelompok Hizbullah menegaskan haknya untuk merespons serangan tersebut.

“Kami menegaskan bahwa darah para martir dan yang terluka tidak akan tertumpah sia-sia, dan bahwa pembantaian hari ini, seperti semua tindakan agresi dan kejahatan biadab, menegaskan hak alami dan hukum kami untuk melawan pendudukan dan menanggapi agresinya,” kata Hizbullah dalam keterangannya.

Anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, juga menyebut serangan Israel sebagai “pelanggaran berat terhadap gencatan senjata” dan memperingatkan akan ada “konsekuensi bagi seluruh perjanjian” jika serangan terus berlanjut.

Dari pihak Israel, Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan bahwa Israel “bersikeras untuk memisahkan perang dengan Iran dari pertempuran di Lebanon untuk mengubah realitas di Lebanon.”

Kepala Staf Israel, Eyal Zamir, menambahkan bahwa militer akan terus menyerang Lebanon dan memanfaatkan setiap peluang operasional yang tersedia.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan “terus menyerang” Lebanon karena gencatan senjata AS-Iran tidak berlaku untuk Hizbullah.

Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan akan memberikan tanggapan jika serangan terhadap Lebanon tidak dihentikan.

“Kami mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat, yang melanggar perjanjian, dan kepada sekutu Zionisnya, algojonya, jika agresi terhadap Lebanon tercinta tidak segera berhenti, kami akan memenuhi kewajiban kami dan memberikan tanggapan,” kata IRGC yang disiarkan melalui stasiun TV milik Iran.

Baca Juga:  Pangdam Udayana Berikan Rumah untuk Serka Ichwan Prajurit yang Gugur di Lebanon

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan bahwa syarat gencatan senjata jelas dan tegas, AS harus memilih gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak bisa mendapatkan keduanya.

“Dunia menyaksikan pembantaian di Lebanon. Bola sekarang berada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai dengan komitmennya,” jelas Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

(ADN/NID/RAD)

Trending