Connect with us

Berita

Pemerintah bakal Siapkan Taksi Air di Bali, Bandara ke Canggu cuma 30 Menit

Pemerintah tengah menyiapkan taksi air di Bali untuk rute Bandara Ngurah Rai ke Canggu dengan waktu tempuh 30 menit. Solusi baru atasi kemacetan.

Logompn

Published

on

Pemerintah bakal Siapkan Taksi Air di Bali, Bandara ke Canggu cuma 30 Menit
Pemerintah bakal Siapkan Taksi Air di Bali, Bandara ke Canggu cuma 30 Menit. Gambar: Ilustrasi Canva

Bali, MPN Indonesia 11 April 2026 - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyiapkan layanan taksi air sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan konektivitas transportasi di Bali, khususnya pada rute Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan wisata Canggu.

Program ini dirancang untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di jalur darat dengan menawarkan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan strategi untuk memperkuat konektivitas antarmoda di kawasan pariwisata.

“Kementerian tengah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas, termasuk pengembangan taksi air yang akan melayani rute Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu,” kata Dudy dalam keterangannya, Jumat (10/4).

Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan transportasi menjadi prioritas untuk mendukung mobilitas wisatawan dan masyarakat.

Saat ini, perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Canggu memerlukan waktu sekitar 1 hingga 2 jam, terutama pada jam sibuk.

Melalui pengembangan layanan transportasi berbasis air ini, waktu tempuh diproyeksikan menjadi lebih efisien.

Proyek Ditargetkan Rampung Tahun 2027

Proyek tersebut tengah memasuki tahap perencanaan teknis, dengan konstruksi ditargetkan berlangsung mulai Agustus 2026 hingga Juli 2027 oleh PT ASDP Indonesia Ferry yang sedang menyusun Detail Engineering Design (DED).

“Kementerian Perhubungan menyinergikan percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali,” ujar Dudy.

Upaya ini menitikberatkan pada integrasi berbagai moda transportasi untuk mengurangi kemacetan di kawasan wisata serta meningkatkan efisiensi perjalanan wisatawan dan distribusi logistik.

Selain pengembangan layanan laut cepat, Kemenhub juga merencanakan peningkatan fasilitas di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.

Pengembangan meliputi perluasan dua dermaga, yakni dermaga untuk kapal angkutan barang umum dan muatan cair seperti aspal dengan tambahan panjang sekitar 92 meter, serta Dermaga II yang akan menjadi dermaga multifungsi untuk penumpang dan berbagai jenis kargo dengan tambahan panjang sekitar 60 meter.

Baca Juga:  TransJakarta Izinkan Penumpang Buka Puasa di Dalam Bus dengan Takjil Gratis

Penataan ini bertujuan memisahkan arus kendaraan besar dan kecil agar operasional pelabuhan lebih tertata dan aman.

Dalam jangka pendek, pemerintah juga mendorong optimalisasi pelabuhan di kawasan Ketapang dan Gilimanuk melalui penambahan dermaga baru serta penyediaan buffer zone untuk pengaturan kendaraan.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus penyeberangan, khususnya menjelang periode padat seperti Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2027 yang berdekatan.

“Apalagi tahun depan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri akan berdekatan,” ungkap Dudy.

(AKM/NID/RAD)

Trending