Connect with us

Internasional

Wakil Presiden AS, JD Vance Pimpin Negosiasi As-Iran di Islamabad

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, memimpin langsung delegasi negaranya dalam perundingan dengan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Logompn

Published

on

Wakil Presiden AS, JD Vance Pimpin Negosiasi As Iran di Islamabad
Wakil Presiden AS, JD Vance Pimpin Negosiasi As-Iran di Islamabad. Gambar: AP/Jacquelyn Martin

MPN Indonesia 12 April 2026 - Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, memimpin langsung delegasi negaranya dalam perundingan dengan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4).

Pertemuan ini dimediasi oleh Pakistan dan menjadi kontak diplomatik tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa dekade terakhir.

Negosiasi dilakukan untuk memperkuat gencatan senjata setelah enam minggu konflik bersenjata yang berdampak pada keamanan energi dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Sebelum keberangkatannya dari Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, pada Jumat (10/4), JD Vance menegaskan kesiapan Amerika Serikat untuk berunding dengan itikad baik.

Selain itu, ia juga memperingatkan Iran agar tidak mempermainkan proses diplomasi.

“Kami terbuka untuk negosiasi dengan itikad baik. Tapi jika mereka mencoba memainkan kami, maka tim negosiasi tidak akan merespons dengan baik,” kata Vance, dikutip MPN Indonesia dari Associated Press, Minggu (12/4).

Negosiasi di Islamabad melibatkan delegasi tingkat tinggi dari kedua negara.

Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh JD Vance dan didampingi utusan khusus Gedung Putih Steve Witkoff, Jared Kushner, serta pejabat dari Departemen Luar Negeri, Departemen Pertahanan, dan Dewan Keamanan Nasional.

Iran-AS Saling Tuduh

Gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya oleh Presiden Donald Trump dinilai masih rentan, dengan kedua pihak saling menuduh tidak memenuhi prasyarat yang telah disepakati.

Iran menuntut penghentian serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan, sementara Amerika Serikat menegaskan bahwa wilayah tersebut tidak termasuk dalam perjanjian.

Dikutip MPN Indonesia dari ABC News, JD Vance menyebut perbedaan tersebut sebagai “kesalahpahaman yang sah” dan menegaskan bahwa penghentian serangan di Lebanon tidak pernah menjadi bagian dari kesepakatan awal.

Baca Juga:  Negosiasi Alot, Trump Ancam Blokade Kapal di Selat Hormuz

Ketegangan juga meningkat akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Amerika Serikat menekan Iran untuk segera membuka kembali jalur tersebut sebagai bagian dari komitmen gencatan senjata.

Trump mengkritik Iran karena belum memenuhi kewajibannya terkait arus pelayaran internasional itu, sehingga berdampak pada kenaikan harga energi global.

Tuntutan AS dan Iran

Amerika Serikat mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk penghentian permanen pengayaan uranium untuk senjata nuklir, pembatasan program rudal balistik Iran, serta penghentian dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan Timur Tengah.

Sebaliknya, Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi, pembebasan aset yang diblokir, penghentian serangan militer AS dan Israel, serta penarikan pasukan Amerika Serikat dari wilayah tersebut.

(ADN/NID/RAD)

Trending