Connect with us

Internasional

Trump Ungkap Tak akan Cabut Blokade sebelum Capai Kesepakatan dengan Iran

Ketegangan konflik AS-Iran kembali memanas. Donald Trump memastikan blokade pelabuhan Iran tetap berlaku.

Logompn

Published

on

Trump Ungkap Tak akan Cabut Blokade sebelum Capai Kesepakatan dengan Iran
Trump Ungkap Tak akan Cabut Blokade sebelum Capai Kesepakatan dengan Iran. Gambar: Instagram/@realdonaldtrump

MPN Indonesia 21 April 2026 - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran hingga tercapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang, di tengah berakhirnya masa gencatan senjata sementara pada Rabu (22/4) dan ketidakpastian kelanjutan perundingan di Islamabad, Pakistan.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial pada Selasa (21/4), saat ketegangan antara Amerika Serikat dan Teheran kembali meningkat, termasuk penghentian lalu lintas di Selat Hormuz akibat blokade terpisah yang diberlakukan kedua pihak dalam dinamika konflik internasional.

“Blokade, yang tidak akan kami cabut sampai ada ‘kesepakatan,’ benar-benar menghancurkan Iran,” kata Donald Trump dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia melalui akun Truth Social @realDonaldTrump pada Selasa (21/4).

“Mereka kehilangan 500 juta dolar per hari, angka yang tidak berkelanjutan, bahkan dalam jangka pendek,” tambahnya.

Donald Trump dalam unggahan berbeda juga menyebut blokade yang dimulai seminggu lalu tersebut “benar-benar menghancurkan Iran,” dan menambahkan bahwa negaranya memenangkan konflik tersebut “dengan selisih yang besar.”

Pernyataan itu muncul menjelang berakhirnya gencatan senjata dua pekan yang dimulai sejak 7 April, sementara putaran kedua perundingan damai antara AS dan Iran masih belum pasti terlaksana.

Blokade dan Eskalasi di Selat Hormuz

Blokade oleh Amerika Serikat diberlakukan sebagai respons atas penutupan jalur strategis Selat Hormuz oleh Iran sejak perang AS-Israel di negara itu pecah pada 28 Februari.

Lalu lintas di Selat Hormuz kembali terhenti karena Teheran dan Washington sama-sama memberlakukan blokade.

Teheran juga mempertahankan blokadenya sendiri di Selat Hormuz selama hampir dua bulan, yang menyebabkan harga energi global melonjak.

Baca Juga:  Trump Ancam Tangkap Calon Wali Kota New York Zohran Mamdani

Jalur tersebut sempat dibuka pada Sabtu (18/4), namun kembali ditutup menyusul laporan kapal-kapal di dalam atau di dekat selat, termasuk kapal tanker, menjadi sasaran.

Trump menuduh Iran telah “memutuskan untuk menembakkan peluru” dan menyebutnya sebagai “pelanggaran total” terhadap perjanjian gencatan senjata.

Iran menyatakan akan tetap menutup jalur tersebut sampai Amerika Serikat menghentikan blokade terhadap pelabuhannya.

Donald Trump, dalam wawancara dengan Bloomberg, mengatakan kecil kemungkinan memperpanjang gencatan senjata jika tidak ada kesepakatan.

“Sangat tidak mungkin saya akan memperpanjangnya,” kata Trump.

“Saya tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan yang buruk. Kita punya banyak waktu,” tambahnya.

“Jika tidak ada kesepakatan, saya tentu akan memperkirakannya,” jawab Trump ketika ditanya apakah pertempuran akan segera berlanjut jika tidak ada kesepakatan.

Ketidakpastian Perundingan Damai di Pakistan

Di tengah eskalasi konflik internasional tersebut, putaran kedua perundingan damai antara AS dan Iran direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Namun hingga Selasa (21/4), belum ada kepastian kehadiran delegasi kedua negara.

Meski demikian, sumber-sumber menyebut delegasi AS akan segera berangkat, dengan pejabat lain menyatakan keberangkatan dijadwalkan pada Selasa (21/4).

Di Islamabad, persiapan keamanan telah diperketat. Para tamu di Hotel Serena, lokasi putaran sebelumnya, diminta meninggalkan hotel sebagai persiapan pertemuan.

Polisi menutup sejumlah jalan utama karena kedatangan delegasi asing, dan blokade jalan dipasang menuju hotel yang diperkirakan menjadi lokasi pembicaraan.

Seorang pejabat senior pemerintah Pakistan mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya yakin dapat membujuk Iran untuk menghadiri pembicaraan tersebut.

“Ada satu aturan dalam diplomasi, yaitu, Anda tidak ingin menjadi orang yang disalahkan ketika sesuatu gagal,” ujar Kepala Koresponden Internasional BBC, Lyse Doucet, dikutip MPN Indonesia melalui BBC.

“Dan saya rasa saluran telepon sedang sibuk dengan orang-orang Pakistan yang berusaha memastikan kedua belah pihak sampai di sana, karena tempatnya sudah siap, keamanannya sudah diberlakukan, mereka hanya menunggu tim-tim tiba,” imbuhnya.

Baca Juga:  Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia akibat Serangan di Timur Tengah

(ADN/NID/RAD)

Trending