Connect with us

Berita

Muhammadiyah akan Bangun Pabrik Infus Berteknologi Italia

Muhammadiyah akan membangun pabrik infus dengan menggunakan teknologi dan peralatan dari Italia.

Logompn

Published

on

Muhammadiyah akan Bangun Pabrik Infus Berteknologi Italia
Muhammadiyah akan Bangun Pabrik Infus Berteknologi Italia. Gambar: Dok. Muhammadiyah

MPN Indonesia 22 April 2026 - Muhammadiyah akan membangun pabrik infus dengan menggunakan teknologi dan peralatan dari Italia.

Rencana pembangunan ini disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, saat berada di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (18/4).

Peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 di Mojokerto, Jawa Timur, dengan target operasional penuh pada 2028.

Pembangunan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan medis internal sekaligus memperkuat sirkulasi ekonomi di lingkungan Muhammadiyah.

“Daripada membeli dari luar, lebih baik kita produksi sendiri agar bisa menekan biaya operasional rumah sakit Muhammadiyah. Kita ingin membangun sistem close loop di seluruh amal usaha,” ujar Muhadjir, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Muhammadiyah, Rabu (22/4).

Alasan Pilih Teknologi Italia

Menurut Muhadjir, meskipun investasi yang dibutuhkan cukup besar, namun penggunaan teknologi dari Italia bisa memberikan daya tahan tinggi.

“Teknologinya langsung dari Italia. Walaupun mahal, daya tahannya tinggi. Dari sisi kemasan juga lebih baik, sehingga berdampak pada efisiensi operasional,” jelasnya.

Pembiayaan pembangunan pabrik infus ini akan menggunakan skema investasi berbasis saham yang melibatkan jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA).

Jamin Harga Produk Tetap Kompetitif

Meski mengadopsi teknologi dan inovasi global dengan biaya tinggi, Muhammadiyah menargetkan produk infus yang dihasilkan tetap memiliki harga kompetitif.

Hal ini disesuaikan dengan orientasi bisnis Persyarikatan yang tidak semata-mata berfokus pada keuntungan, melainkan pada manfaat bagi masyarakat.

“Kita sudah hitung dengan matang agar harga tetap lebih terjangkau. Tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” tambah Muhadjir.

Baca Juga:  Siap Tempuh Jalur Hukum, Muhammadiyah Desak Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional di Sumatra

Selain memproduksi cairan infus, pabrik ini juga direncanakan menghasilkan jarum medis serta alat kesehatan sekali pakai lainnya.

Namun, pada tahap awal, produksi belum mencakup obat-obatan.

(AKM/NID/RAD)

Trending