Connect with us

Politik

Demi Akses Hiburan Merata, Pemerintah Dorong Pemerataan Layar Bioskop

Kementerian Kebudayaan berkomitmen meningkatkan akses hiburan dengan pemerataan layar bioskop di seluruh Indonesia, khususnya di daerah terpencil.

Arthur

Published

on

Demi Akses Hiburan Merata, Pemerintah Dorong Pemerataan Layar Bioskop
Demi Akses Hiburan Merata, Pemerintah Dorong Pemerataan Layar Bioskop. Gambar: Instagram/@fadlizon

MPN Indonesia 7 November 2024 - Kementerian Kebudayaan berkomitmen meningkatkan akses hiburan di Indonesia melalui kebijakan pemerataan layar bioskop.

Pemerintah menilai perlu adanya penambahan jumlah layar bioskop di berbagai wilayah, khususnya di luar kota-kota besar, agar masyarakat di seluruh daerah dapat menikmati film-film Indonesia.

Saat ini, jumlah bioskop masih terkonsentrasi di perkotaan, terutama di Pulau Jawa.

Upaya Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam Peningkatan Layar Bioskop

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan bahwa jumlah layar bioskop di Indonesia masih sangat minim dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Hingga kini, akses menonton film lebih banyak tersedia di perkotaan, menciptakan kesenjangan akses hiburan di tingkat daerah.

Dalam pertemuan bersama insan perfilman di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, ia menekankan perlunya upaya pemerataan ini.

“Ini perlu ada solusi agar film-film Indonesia dapat ditayangkan dan diakses lebih mudah oleh masyarakat luas,” ujar Fadli Zon.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan juga memaparkan bahwa jumlah penonton bioskop di Indonesia diperkirakan akan melebihi 70 juta orang pada akhir tahun ini.

Angka tersebut menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap perfilman nasional, sekaligus menegaskan pentingnya ketersediaan layar bioskop yang merata di seluruh wilayah.

Data Lokasi dan Layar Bioskop di Indonesia

Berdasarkan data dari Badan Perfilman Indonesia per Februari 2024, tercatat 517 lokasi bioskop dengan total 2.145 layar di 115 kabupaten dan kota.

Sementara itu, data dari Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Noorca M. Massardi, menyebutkan bahwa per Oktober 2024 jumlah bioskop meningkat menjadi sekitar 800 gedung dengan sekitar 3.000 layar di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Menekraf Ungkap Sekitar 15 Bioskop RI Mulai Tutup, Gara-gara Layanan Streaming Online?

Namun, jumlah ini masih jauh dari cukup mengingat Indonesia memiliki 349 kabupaten dan 91 kota, yang menunjukkan adanya kesenjangan distribusi layar bioskop.

Strategi Pemerintah dalam Meningkatkan Infrastruktur Bioskop

Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan tengah merencanakan beberapa langkah untuk memperluas akses bioskop, terutama di daerah-daerah yang belum memiliki infrastruktur tersebut.

Menteri Kebudayaan menjelaskan bahwa kerja sama dengan pemerintah kabupaten, kota, provinsi, serta pihak swasta akan ditempuh untuk mempercepat pembangunan layar bioskop baru.

“Kami akan mencari jalannya, baik melalui pemerintah daerah maupun sektor swasta,” ujar Fadli Zon.

Selain itu, pemerintah tengah menimbang prioritas antara pembangunan infrastruktur pendukung dan pengembangan pasar perfilman di wilayah tersebut.

Kementerian Kebudayaan juga berencana melibatkan sektor swasta untuk penyediaan sarana hiburan yang edukatif, guna meningkatkan minat masyarakat terhadap film lokal dan mendukung kesejahteraan sosial melalui akses hiburan yang lebih luas.

Kolaborasi dengan Swasta dan Program Bioskop Keliling

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Kementerian Kebudayaan menilai pentingnya peran sektor swasta dalam pemerataan layar bioskop.

Kerja sama ini bertujuan tidak hanya menambah jumlah layar, tetapi juga menyediakan hiburan yang mendidik bagi masyarakat.

Beberapa daerah, seperti Mataram, telah merencanakan program bioskop keliling untuk mendekatkan akses bioskop kepada masyarakat di daerah yang tidak memiliki gedung bioskop permanen.

Bioskop keliling dinilai sebagai solusi efektif untuk menjangkau wilayah terpencil yang belum memiliki fasilitas bioskop permanen.

Hal ini sejalan dengan misi Kementerian Kebudayaan untuk meningkatkan jumlah penonton film Indonesia di seluruh Nusantara.

Peningkatan Antusiasme Terhadap Film Indonesia

Antusiasme masyarakat terhadap film-film Indonesia terus meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data LSF, jumlah penonton film Indonesia mencapai 60 juta pada tahun ini, mencerminkan potensi besar industri film nasional.

Baca Juga:  Mentan: Nilai Tukar Dolar Bisa Rp1.000 jika Hilirisasi Serius Dijalankan

Trending