Connect with us

Berita

Komdigi: PP Tunas jadi Aturan Perlindungan Anak Pertama di Dunia yang Dipatuhi Roblox

Komdigi mengatakan bahwa PP Tunas menjadi satu-satunya negara di dunia yang dipatuhi oleh Roblox.

Logompn

Published

on

Komdigi PP Tunas RI jadi Regulasi Pertama di Dunia yang Dipatuhi Roblox
Komdigi: PP Tunas jadi Aturan Perlindungan Anak Pertama di Dunia yang Dipatuhi Roblox. Gambar: Dok. Komdigi

MPN Indonesia 1 Mei 2026 - Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan regulasi perlindungan anak hingga ke platform game melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).

Regulasi ini diterapkan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pada tahap awal, aturan ini menyasar delapan platform digital, termasuk Roblox.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa Roblox menjadi salah satu platform yang telah menyatakan komitmen kepatuhan terhadap PP Tunas.

“Roblox menjadi salah satu platform yang telah menyampaikan komitmen kepatuhan setelah melalui pembahasan intensif, mengingat karakteristiknya sebagai platform game yang memiliki perbedaan dengan media sosial,” jelas Meutya Hafid dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (30/4).

Komdigi juga mengatakan bahwa PP Tunas menjadi satu-satunya regulasi perlindungan anak di dunia yang dipatuhi oleh Roblox.

“Sebagai pionir melindungi anak di platform game, PP Tunas juga menjadi regulasi pertama di dunia yang dipatuhi oleh platform global Roblox,” demikian pernyataan Komdigi.

Terapkan Verifikasi Usia

Sebagai bagian dari kepatuhan terhadap PP Tunas, Roblox menerapkan fitur verifikasi usia (age verification) untuk seluruh pengguna di Indonesia.

Dari sekitar 45 juta pengguna Roblox di Indonesia, diperkirakan 23 juta merupakan anak di bawah usia 16 tahun.

Meutya Hafid menegaskan bahwa pengguna yang tidak melakukan verifikasi usia akan mengalami pembatasan fitur komunikasi.

“Ini penting untuk mencegah interaksi dengan pihak yang tidak dikenal,” tegasnya.

Terapkan Pembatasan Konten

Selain verifikasi usia, Roblox juga menerapkan pembatasan konten permainan berdasarkan klasifikasi usia.

Baca Juga:  Menkum Tegaskan Putar Musik di Acara Pernikahan Tak Bayar Royalti

Anak di bawah 13 tahun, pengguna usia 13–15 tahun, serta pengguna di atas 16 tahun memiliki akses berbeda terhadap katalog game yang tersedia di platform tersebut.

Pengaturan ini dilakukan agar konten yang diakses sesuai dengan kelompok usia masing-masing pengguna.

Orang Tua Bisa Batasi Anak Bermain Roblox

Dalam aspek perlindungan dari risiko adiksi, Roblox menghadirkan fitur pengaturan waktu bermain (screen time) yang dapat dikendalikan oleh orang tua.

Fitur tersebut memungkinkan orang tua mengatur durasi serta waktu akses anak terhadap permainan.

Dengan mekanisme ini, kontrol terhadap aktivitas anak di platform dapat dilakukan oleh orang tua.

Pernyataan Roblox

Vice President Global Public Policy Roblox Nicky Jackson Colaco menyatakan bahwa PP Tunas menjadi salah satu legislasi penting dalam perlindungan anak di ruang digital.

“Fitur-fitur yang kami hadirkan di Indonesia disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan regulasi di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengguna yang belum melakukan verifikasi usia akan otomatis dimasukkan ke dalam kategori akun anak tanpa akses komunikasi.

Orang tua akan mendapatkan kontrol terhadap aktivitas akun anak tanpa perlu melakukan pengaturan tambahan.

“Indonesia menjadi salah satu negara yang memimpin dalam keselamatan anak di ruang digital, dan kami bangga dapat menjadi bagian dari upaya ini,” tutup Nicky.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending