Connect with us

Lifestyle

Puasa Sunnah sebelum Idul Adha Tanggal Berapa?

Simak niat puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah lengkap dengan arti, jadwal, serta keutamaannya berdasarkan hadits.

Logompn

Published

on

Puasa Sunnah sebelum Idul Adha Tanggal Berapa
Puasa Sunnah sebelum Idul Adha Tanggal Berapa. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 4 Mei 2026 - Puasa sunnah sebelum Iduladha merupakan bagian dari amalan penting dalam ajaran islam yang dilaksanakan umat Muslim pada bulan Dzulhijjah.

Ibadah puasa ini dilakukan sejak awal bulan hingga menjelang hari raya Iduladha, tepatnya pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.

Praktik ini merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah sebagai waktu yang penuh nilai ibadah.

Riwayat dari Hafshah RA menjelaskan bahwa puasa di bulan Dzulhijjah termasuk amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW.

Dalam hadits disebutkan:

“Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR Ahmad dan An Nasa i).

Puasa sunnah sebelum Iduladha terbagi dalam beberapa jenis yang dilakukan secara bertahap, yakni puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.

Dikutip MPN Indonesia melalui laman Baznas pada Senin (4/5), ketiga jenis puasa tersebut memiliki keutamaan yang dijelaskan dalam berbagai hadits dan menjadi bagian dari amalan islam yang dianjurkan.

Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)

Puasa Dzulhijjah dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah. Amalan ini termasuk dalam sepuluh hari terbaik dalam islam.

Dalam hadits disebutkan:

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya dari pada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir).

Bacaan niat puasa Dzulhijjah:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta ala.

Baca Juga:  Benarkah Rezeki Seret jika Menikah di Bulan Suro?

Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah sebagai bagian dari rangkaian ibadah sebelum Iduladha.

Dalam salah satu riwayat disebutkan:

“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun.” (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

Bacaan niat puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta ala

Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta ala.

Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Iduladha.

Puasa ini memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadits:

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan:

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim).

Bacaan niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta ala

Artinya : Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta ala.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending