Lifestyle
Apa Bedanya Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah?
Umat Islam dianjurkan berpuasa pada 1–9 Dzulhijjah jelang Iduladha, termasuk Tarwiyah dan Arafah. Simak berbedaan, niat, dan keutamaannya di sini.
MPN Indonesia 5 Mei 2026 - Menjelang Iduladha 1447 H, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah keagamaan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, termasuk melaksanakan puasa sunnah.
Ibadah puasa ini menjadi bagian dari amalan keagamaan yang dianjurkan sebelum pelaksanaan Iduladha.
Rangkaian puasa Dzulhijjah dilaksanakan sejak 1 hingga 9 Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.
Setelah Iduladha pada 10 Dzulhijjah, umat Islam dilarang berpuasa selama Hari Tasyrik, yaitu tiga hari setelah hari raya.
Anjuran puasa pada awal Dzulhijjah merujuk pada sejumlah hadis Nabi Muhammad ﷺ tentang keutamaan amal pada sepuluh hari pertama bulan tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هٰذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
Artinya: “Tidak ada hari di mana amal saleh padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: ‘Tidak juga dari jihad fi sabilillah?’ Beliau menjawab: ‘Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan satu pun dari keduanya’,”.
Perbedaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
Dikutip MPN Indonesia melalui laman NU pada Selasa (5/5), puasa Dzulhijjah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah atau 9 hari menjelang Iduladha.
Khusus tanggal 8 dinamakan puasa Tarwiyah dan tanggal 9 dinamakan puasa Arafah.
Dalam praktiknya, tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah berlaku umum, baik bagi yang menunaikan haji maupun tidak.
Menurut penjelasan Syekh Zakaria al-Anshari dalam Asnâ al-Mathâlib, puasa pada 8 dan 9 Dzulhijjah disunnahkan bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Sementara bagi jemaah haji, berpuasa pada dua hari tersebut dinilai khilâful aulâ, bahkan makruh menurut Imam An-Nawawi, karena mereka dianjurkan memperbanyak doa.
Keutamaan Puasa 1–9 Dzulhijjah
Keistimewaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah dijelaskan Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari:
وَالَّذِي يَظْهَرُ أَنَّ السَّبَبَ فِي امْتِيَازِ عَشْرِ ذِي الحِجَّةِ لِمَكَانِ اجْتِمَاعِ أُمَّهَاتِ العِبَادَةِ فِيهِ، وَهِيَ الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالحَجُّ، وَلَا يَتَأَتَّى ذَلِكَ فِي غَيْرِهِ.
Artinya: “Dan yang tampak bahwa sebab keistimewaan sepuluh hari pertama tersebut karena pada hari-hari itu terkumpul ibadah-ibadah utama, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji, sesuatu yang tidak ditemukan di waktu selainnya”.
Keutamaan puasa Tarwiyah disebutkan dalam salah satu riwayat:
صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين
Artinya, “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).
Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah, satu hari sebelum Iduladha.
Keutamaannya dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim).
Hadis lain menyebutkan:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
Artinya: “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah. Dia mendekat lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?’” (HR Muslim).
Niat Puasa Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala”.
Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala”.
Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala”.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
