Connect with us

Teknologi

Indonesia bakal Punya 2 Satelit Canggih untuk Pemantauan dan Mitigasi Bencana

Indonesia tengah mempersiapkan dua satelit generasi terbaru, yakni Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1) dan Nusantara Equatorial IoT (NEI).

Logompn

Published

on

Indonesia bakal Punya 2 Satelit Canggih untuk Pemantauan dan Mitigasi Bencana
Indonesia bakal Punya 2 Satelit Canggih untuk Pemantauan dan Mitigasi Bencana. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 6 Mei 2026 - Indonesia tengah mempersiapkan dua satelit generasi terbaru, yakni Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1) dan Nusantara Equatorial IoT (NEI), untuk memperkuat sistem pemantauan wilayah dan mitigasi bencana nasional.

Pengembangan satelit ini dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai bagian dari peningkatan kapasitas teknologi antariksa Indonesia.

Satelit tersebut dirancang untuk mendukung observasi bumi, sistem peringatan dini bencana, komunikasi kebencanaan, serta pemantauan aktivitas maritim dan penerbangan.

Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Nur Salma Yusuf Hasanah, menjelaskan bahwa Indonesia sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam pengembangan dan peluncuran satelit nasional.

“Indonesia sudah mampu membuat satelit sendiri dan ketiganya telah mengorbit. Satelit A1 diluncurkan pada 2007, A2 pada 2015, dan A3 pada 2016, dan ketiganya diluncurkan menggunakan roket India,” ujar Salma, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi BRIN, Rabu (6/5).

Pengembangan Satelit NEO-1

Satelit Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1) dikembangkan dengan spesifikasi yang lebih canggih dibandingkan generasi sebelumnya.

Satelit ini dilengkapi kamera multispektral resolusi tinggi untuk kebutuhan observasi bumi, sensor magnetometer untuk pengukuran medan magnet, serta sistem komunikasi data.

“Mudah-mudahan dapat segera diluncurkan,” ujarnya.

Pengembangan Satelit NEI

Selain NEO-1, BRIN juga mengembangkan Nusantara Equatorial IoT (NEI) yang difokuskan pada sistem peringatan dini bencana.

Satelit ini akan mengumpulkan data dari berbagai sensor, antara lain sistem peringatan tsunami, sensor cuaca, dan sensor gempa.

Di samping itu, NEI juga mendukung komunikasi kebencanaan serta pemantauan aktivitas maritim dan penerbangan.

“Satelit ini akan dirancang dalam bentuk konstelasi. Tujuannya untuk memantau wilayah Indonesia secara waktu nyata tanpa jeda. Harapannya, terdapat sekitar 10 satelit yang mengorbit di wilayah ekuatorial,” jelasnya.

Baca Juga:  AirFish: Transportasi Canggih yang akan Layani Rute Singapura-Batam, Melayang di Atas Air!

Operasional Satelit

Dalam operasionalnya, satelit-satelit ini didukung oleh stasiun bumi yang berfungsi sebagai pusat komunikasi antara operator di darat dan satelit di orbit.

Melalui stasiun bumi, berbagai data dapat dikirim dan diterima untuk mendukung kebutuhan riset serta layanan publik.

Saat ini, BRIN memiliki empat stasiun bumi yang berlokasi di Agam, Bogor, Parepare, dan Biak.

“Melalui pengembangan ini, BRIN terus berupaya meningkatkan kapasitas teknologi antariksa nasional. Ke depan, satelit-satelit tersebut diharapkan dapat memperkuat pemantauan wilayah, komunikasi, serta penanganan bencana secara lebih cepat dan akurat,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending