Connect with us

Internasional

Menlu Iran Kunjungi China Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing

Pertemuan Iran dan China di Beijing membahas perang Iran-AS, Selat Hormuz, hingga negosiasi damai yang belum mencapai kesepakatan.

Logompn

Published

on

Menlu Iran Kunjungi China Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing
Menlu Iran Kunjungi China Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing. Gambar: X/@PLA_MilitaryUpd

MPN Indonesia 7 Mei 2026 - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Beijing, China, pada Rabu (6/5), untuk bertemu Presiden Xi Jinping menjelang kedatangan Donald Trump ke Beijing pada 14 dan 15 Mei.

Kedatangan Menlu Iran dikonfirmasi oleh kantor berita Iran, yang melaporkan bahwa Araghchi tiba sekitar Rabu pagi waktu setempat untuk bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

“Seyyed Abbas Araghchi tiba di Beijing memimpin delegasi diplomatik. Dalam kunjungan ini, Menteri Luar Negeri negara kami akan membahas hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional dengan mitranya dari China,” tulis laporan Fars, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (7/5).

Dalam pertemuan itu, Araghchi menegaskan posisi Iran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk melindungi hak dan kepentingan sah kami dalam negosiasi. Kami hanya menerima perjanjian yang adil dan komprehensif,” katanya mengenai pembicaraan untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran.

Di sisi lain, Wang Yi menyerukan agar Iran dan AS membuka kembali Selat Hormuz sesegera mungkin.

“China menganggap bahwa penghentian pertempuran secara menyeluruh harus dicapai tanpa penundaan, bahwa memulai kembali permusuhan adalah hal yang tidak dapat diterima, dan bahwa melanjutkan negosiasi tetap penting,” tulis pernyataannya, dikutip MPN Indonesia melalui Al Jazeera.

Pertemuan di Tengah Ketegangan Politik

Kunjungan Abbas Araghchi ke China menandai lawatan pertamanya sejak perang pecah pada 28 Februari.

Sejak awal konflik, ia tercatat telah berbicara melalui telepon dengan Wang Yi sedikitnya tiga kali.

Pertemuan di Beijing berlangsung ketika ketegangan dengan Amerika Serikat meningkat, khususnya terkait Selat Hormuz yang secara efektif ditutup Iran setelah perang dimulai.

Baca Juga:  China Tolak Masuk 100 Kontainer Durian Thailand karena Diwarnai

Setelah tercapainya gencatan senjata pada April, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran untuk menekan Teheran dalam perundingan damai.

Di Washington, DC, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta Beijing menekan Iran agar mengakhiri penutupan Selat Hormuz.

“Saya berharap pihak China menyampaikan kepada (Araghchi) apa yang perlu disampaikan, yaitu bahwa apa yang Anda lakukan di selat itu justru membuat Anda semakin terisolasi secara global,” kata Rubio kepada wartawan.

Konflik Iran-AS Kian Tunjukkan Tanda-Tanda Mereda

Sebelumnya, Trump telah mengumumkan penghentian sementara operasi militer AS untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak keluar dari Selat Hormuz.

“Proyek kebebasan (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara,” tulisnya, dikutip MPN Indonesia melalui Truth Social @realDonaldTrump.

Pakistan diketahui memimpin upaya mediasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Kedua pihak menggelar pembicaraan langsung di Islamabad pada 11 dan 12 April, namun negosiasi berakhir tanpa kesepakatan.

Pokok perbedaan utama mencakup tuntutan AS agar Iran menghentikan seluruh pengayaan nuklir serta keinginan Teheran untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.

Perang Iran turut memperburuk hubungan antara Washington dan Beijing.

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan China yang dituduh membeli minyak Iran senilai miliaran dolar.

Sebagai respons, Kementerian Perdagangan China memerintahkan perusahaan-perusahaan China untuk tidak mematuhi sanksi tersebut.

(ADN/NID/RAD)

Trending