Teknologi
Korea Selatan Perkenalkan Robot Biksu Pertama Bernama ‘Gabi’
Korea Selatan memperkenalkan robot biksu pertama bernama Gabi yang mengikuti ritual Buddhis di Kuil Jogyesa, Seoul.
MPN Indonesia 10 Mei 2026 - Korea Selatan memperkenalkan robot biksu pertama bernama Gabi dalam upacara umat Buddha yang digelar di Kuil Jogyesa, Seoul, pada Rabu (6/5).
Robot humanoid tersebut mengikuti ritual inisiasi Sugye di bawah Jogye Order of Korean Buddhism (Ordo Jogye), sekte Buddha terbesar di Korea Selatan.
Pelibatan robot dalam upacara ini menjadi yang pertama dalam sejarah ritual dan disebut sebagai bagian dari respons terhadap perkembangan teknologi dan inovasi global serta upaya menjangkau generasi muda di tengah penurunan partisipasi umat.
Direktur urusan budaya Orde Jogye, Yang Mulia Sungwon, menjelaskan bahwa gagasan tersebut awalnya muncul secara tidak sengaja sebelum akhirnya diwujudkan secara serius.
“Awalnya kami membahasnya secara santai. Awalnya hampir seperti lelucon. Tetapi semakin kami memikirkannya, semakin serius jadinya,” kata Yang Mulia Sungwon mengenai asal usul upacara robot, dikutip MPN Indonesia melalui The Guardian pada Minggu (10/5).
“Robot memasuki kehidupan kita begitu cepat, dan orang-orang merasa akrab dengan mereka. Mereka menjadi bagian dari komunitas kita,” sambungnya.
Dalam prosesi Sugye, Gabi membungkuk ke arah kuil, merapatkan kedua telapak tangan untuk berdoa, serta mengucapkan sumpah pengabdian terhadap ajaran Buddha.
Adaptasi Ritual untuk Robot Humanoid
Upacara inisiasi yang dijalani Gabi dikenal sebagai Sugye, yakni ritual di mana peserta mengikrarkan pengabdian kepada Buddha, ajarannya, dan komunitas monastik.
Selain Sugye, Gabi juga mengikuti praktik penyucian yeonbi yang telah dimodifikasi.
Jika pada biksu manusia ritual ini dilakukan dengan menekan dupa yang terbakar perlahan ke kulit lengan, pada Gabi simbolisasi tersebut diganti dengan penempelan stiker festival lampion teratai di lengan mekaniknya serta pemasangan kalung doa 108 butir di lehernya.
Dalam salah satu prosesi, Gabi berjalan di hadapan kumpulan biksu dan umat, membungkuk ke arah kuil, dan menerima lima sila Buddha.
Sila tersebut diadaptasi khusus untuk robot humanoid ini.
Empat di antaranya melarang membahayakan kehidupan, merusak robot atau benda lain, terlibat dalam perilaku menipu, atau bertindak tidak hormat terhadap orang lain.
Aturan kelima berkaitan dengan larangan pengisian daya berlebihan sebagai bentuk pengendalian terhadap “kelebihan”.
“Manusia minum alkohol dan melakukan sesuatu secara berlebihan, kan? Jadi apa padanannya untuk robot?” kata Ven Sungwon.
“Orang mungkin berpikir aturan pengisian daya berlebih hanya tentang baterai, tetapi sebenarnya ini tentang kelebihan,” ujarnya.
Ia juga menyebut dirinya menyusun aturan tersebut dan mengujinya menggunakan program AI ChatGPT dan Gemini.
“ChatGPT tidak sepenuhnya memahami apa itu prinsip,” katanya.
“Prinsip bukan hanya nasihat umum tentang melakukan hal-hal baik bersama. Prinsip adalah larangan,” jelasnya.
Gabi juga menerima sertifikat resmi yang mencantumkan tanggal pembuatannya, 3 Maret 2026, pada bagian yang biasanya memuat tanggal lahir manusia yang diinisiasi.
Pada 16 Mei, Gabi dijadwalkan mengambil bagian dalam parade Lentera Teratai untuk memperingati hari ulang tahun Buddha dan akan bergabung dengan tiga robot lainnya bernama Seokja, Mohee, dan Nisa.
Latar Belakang Pengadaan Robot Biksu
Inisiasi robot biksu ini berlangsung di tengah penurunan jumlah penganut Buddha di Korea Selatan.
Saat ini sekitar 16% warga Korea Selatan mengidentifikasi diri sebagai penganut Buddha, turun dari sekitar 23% pada 2005.
Di kalangan warga berusia dua puluhan, angkanya tercatat sekitar 8%.
Pada tahun lalu, Ordo Jogye hanya mengangkat 99 biksu baru, menurun dari satu dekade sebelumnya yang bisa mencapai 200 lebih.
Presiden Ordo Jogye, Yang Mulia Jinwoo, sebelumnya menyatakan komitmen untuk memasukkan kecerdasan buatan ke dalam tradisi Buddha.
“Kami bertujuan untuk memimpin era AI tanpa rasa takut dan mengarahkan pencapaiannya menuju jalan untuk mencapai ketenangan pikiran dan pencerahan,” katanya, dikutip MPN Indonesia melalui Smithsonian Magazine.
Pengenalan robot humanoid Gabi adalah bagian dari strategi mendekatkan Buddhisme kepada generasi muda melalui pendekatan yang memanfaatkan teknologi dan inovasi global.
“Robot ditakdirkan untuk berkolaborasi dengan manusia di setiap bidang di masa depan. Akan sangat wajar jika mereka menjadi bagian dari festival kami” ujar Hong Minsuk, manajer di Ordo Jogye kepada New York Times.
“Pada titik balik peradaban ini di mana kecerdasan buatan datang seperti tsunami, ada keprihatinan dan harapan yang meluas bahwa Buddhisme juga harus bergerak menuju arah yang baru,” ujar Yang Mulia Jungnyum, pemimpin lain Ordo Jogye, dalam konferensi pers.
Spesifikasi Robot G1
Gabi menggunakan platform robot humanoid model G1 dari Unitree Robotics.
Robot ini memiliki tinggi sekitar 1,32 meter dengan bobot sekitar 35 kilogram.
Unitree G1 dibekali 23 hingga 43 derajat kebebasan gerak, tergantung varian, serta dilengkapi sensor 3D LiDAR dan kamera depth Intel RealSense D435 untuk navigasi dan persepsi lingkungan.
Robot ini membawa baterai berkapasitas 9.000 mAh dengan waktu operasional sekitar dua jam serta dapat diganti dengan cepat.
G1 mampu berjalan dengan kecepatan hingga 2 meter per detik atau sekitar 7,2 kilometer per jam.
Motor sendinya menghasilkan torsi hingga 120 Nm dan dapat membawa beban hingga dua kilogram.
Harga G1 Standard dimulai dari US$13.500 (sekitar Rp234,5 juta).
Keterlibatan robot dalam praktik liturgi telah dicatat dalam sejumlah kajian akademik, meskipun jumlahnya masih terbatas.
Sebelumnya, Jepang memperkenalkan robot pendeta berbasis AI bernama Buddharoid.
Jepang juga pernah menggunakan robot humanoid bernama Pepper untuk melakukan ritual pemakaman Buddha pada 2017.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
