Connect with us

Berita

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk Perluas Peluang Kerja

Kemnaker menyiapkan pelatihan agroforestry terintegrasi bagi 500 warga Garut untuk membuka lapangan kerja dan usaha berbasis potensi desa.

Logompn

Published

on

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk Perluas Peluang Kerja
Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk Perluas Peluang Kerja. Gambar: Dok. Kemnaker

Jawa Barat, MPN Indonesia 11 Mei 2026 - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan agroforestry terintegrasi bagi 500 warga Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai upaya memperluas lapangan pekerjaan dan mendorong pengembangan usaha berbasis potensi desa.

Program ini disampaikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat dialog interaktif bersama petani Papandayan di Garut, Jawa Barat, Sabtu (9/5).

Pelatihan tersebut dirancang untuk mengoptimalkan kawasan hutan sosial seluas sekitar 160 hektare yang dimiliki desa sekaligus memperkuat ekosistem usaha lokal yang telah berjalan.

“Kami dari Kemnaker siap melatih 500 orang. Silakan Pak Kades (Karamatwangi) dibuatkan data dan daftar peserta pelatihannya,” ujar Yassierli.

Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan untuk membuka ruang usaha berkelanjutan dari potensi desa yang tersedia.

Wilayah Pelaksanaan

Sebelumnya, kemnaker telah melaksanakan pelatihan berbasis potensi lokal secara bertahap bagi 64 peserta pada 2025–2026 di sejumlah desa di wilayah Cisurupan, Garut, Jawa Barat.

Pada 2025, pelatihan dilaksanakan di Desa Genengjaya melalui budidaya kopi serta di Desa Cipaganti melalui pelatihan penyangraian biji kopi.

Program tersebut kemudian dilanjutkan pada 2026 di Desa Genengjaya, Desa Karamatwangi, dan Desa Simpang.

Desa Karamatwangi dipilih karena memiliki potensi agroforestry yang dinilai kuat, ditopang ketersediaan lahan, pelaku usaha lokal, serta komitmen pemerintah desa dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.

“Pelatihan ini kami desain agar terintegrasi dari hulu sampai hilir, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga peluang usaha dari potensi desa yang ada,” katanya.

Melalui pelatihan ini, kemnaker menargetkan perluasan lapangan pekerjaan bagi warga Garut dan penguatan ekonomi desa di Jawa Barat.

Baca Juga:  Pria di Bekasi Ditangkap Saat Curi Kabel Grounding Rel Kereta

Rincian Program Pelatihan Agroforestry

Pada sektor agroforestry, materi pelatihan meliputi budidaya kopi, pengolahan pascapanen, roasting, hingga barista.

Selain itu, pelatihan hortikultura juga disiapkan melalui budidaya kentang dan cabai untuk memperkuat sektor pertanian produktif di Kabupaten Garut.

Di sektor pariwisata, pelatihan diberikan melalui materi hospitality dan tour guide guna mendukung pengembangan wisata berbasis alam dan pertanian.

Integrasi pelatihan ini dirancang untuk memastikan keterkaitan antara produksi, pengolahan, hingga pemasaran, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Yassierli menyatakan program ini ditujukan untuk menjadikan Desa Karamatwangi sebagai desa percontohan pengembangan ekonomi berbasis agroforestry di Jawa Barat.

“Dari hulu sampai hilir semuanya terintegrasi. Masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan bisa mendapatkan peluang kerja dan usaha dari potensi yang ada di desa,” ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari program kemnaker dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan pengembangan usaha lokal.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending