Connect with us

Berita

Ngaku Dijebak Polisi Antarkan Sabu, Driver Ojol Ini Akhirnya Minta Maaf

Driver ojol yang terlibat dalam kasus pengantaran narkoba jenis sabu baru-baru ini viral di media sosial usai mengaku dijebak oleh polisi.

Adinda

Published

on

153
Ngaku Dijebak Polisi Antarkan Sabu, Driver Ojol Ini Akhirnya Minta Maaf | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 12 Agustus 2024 - Seorang driver ojek online (ojol) yang terlibat dalam kasus pengantaran narkoba jenis sabu baru-baru ini viral di media sosial.

Kejadian ini menuai kontroversi usai driver ojol itu mengaku dijebak oleh oknum polisi untuk mengantarkan paket yang ternyata berisi narkoba.

Namun, tak lama setelah pengakuannya, driver itu menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Awal Mula Kasus

Kejadian ini bermula ketika seorang driver ojol dari Telukbetung Timur, Provinsi Lampung yang bernama Makmuri menerima pesanan untuk mengantarkan paket.

Pesanan tersebut diklaim berisi pakaian bayi dan harus dikirimkan ke sebuah alamat di Perumahan Bumi Karomah Jaya, daerah Kemiling.

Namun, setelah menerima paket tersebut, Makmuri merasa curiga. Paket tampak lusuh dan tidak sesuai dengan deskripsi pengirimannya.

Merasa ragu, Makmuri memutuskan untuk membuka paket tersebut bersama teman-temannya di pangkalan ojek.

Dugaan awalnya ternyata benar, isi paket tersebut bukan pakaian bayi, melainkan plastik yang berisi sabu-sabu.

Kaget dengan penemuan itu, Makmuri segera mengambil langkah cepat dengan melaporkan kejadian ini kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung.

Melapor ke BNN

Setelah melaporkan penemuan narkoba tersebut ke BNN, Makmuri bekerja sama dengan pihak BNN untuk melakukan penggerebekan di alamat tujuan pengiriman paket.

Namun, ketika mereka tiba di lokasi, tidak ada seorang pun yang dapat ditemukan, dan penggerebekan itu pun gagal.

Situasi ini membuat Makmuri semakin curiga bahwa dirinya telah menjadi korban penjebakan oleh oknum polisi.

Klarifikasi dari Pihak BNN

Kasus ini berkembang lebih jauh ketika BNN memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut.

Baca Juga:  Macan Tutul Masuk Balai Desa di Jawa Barat, Sempat Papasan dengan Buruh Bangunan

Pada Jumat (26/8), Kabid Brantas BNN Provinsi Lampung, Kartoyo, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari operasi undercover buy yang sedang diselidiki oleh BNN.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Makmuri mengenai penjebakan oleh oknum polisi.

Sehari setelahnya, Kepala BNN Provinsi Lampung, Brigjen Budi Wibowo membantah bahwa Makmuri telah dijebak oleh polisi.

Budi menjelaskan bahwa memang ada seorang oknum polisi yang terlibat, namun oknum tersebut telah diamankan dan kini berstatus sebagai tersangka.

Lebih lanjut, hasil tes urine dari oknum tersebut menunjukkan positif penggunaan narkoba.

Makmuri Meminta Maaf di Media Sosial

Tidak lama setelah kasus ini ramai diperbincangkan, Makmuri muncul dalam sebuah video klarifikasi yang diunggah oleh akun X @Heraloebss.

Dalam video berdurasi 45 detik tersebut, Makmuri meminta maaf kepada publik, pihak BNN, dan aparat penegak hukum lainnya atas pernyataannya yang menyebut ada penjebakan oleh oknum polisi.

Ia mengakui bahwa informasi tersebut tidak benar setelah mengetahui bahwa oknum polisi yang terlibat sudah diproses secara hukum dan dinyatakan sebagai tersangka.

“Sebelumnya saya meminta maaf kepada netizen yang telah membaca maupun mendengar berita keterangan dari saya tentang adanya isu jebakan dari pihak oknum polisi, ternyata itu tidak benar karena oknum yang bersangkutan telah diproses secara hukum dan menjadi tersangka,” ungkap Makmuri dalam video tersebut.

Permintaan maaf yang disampaikan oleh Makmuri memicu berbagai reaksi di kalangan netizen. Banyak yang menilai bahwa klarifikasi tersebut terkesan dipaksakan.

Beberapa netizen menduga Makmuri mungkin diintimidasi atau dipaksa untuk membuat pernyataan tersebut.

“Pasti ini diancam, gua rasa sih iya tuh,” tulis akun @vyowiz51.

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending