Connect with us

Berita

Kemendikdasmen Rilis Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Kemendikdasmen merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD/MI sederajat dan SMP/MTs sederajat pada Selasa (26/5).

Logompn

Published

on

Kemendikdasmen Rilis Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!
Kemendikdasmen Rilis Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya! | Gambar: Kemendikdasmen

MPN Indonesia 29 Mei 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD/MI sederajat dan SMP/MTs sederajat pada Selasa (26/5).

Hasil tes dan seleksi ini menunjukkan capaian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan Matematika di kedua jenjang.

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Kemendikdasmen, rerata nilai Bahasa Indonesia pada jenjang SD/MI mencapai 60,14, sedangkan Matematika 43,41.

Sementara itu, pada jenjang SMP/MTs rerata Bahasa Indonesia berada di angka 60,83 dan Matematika 40,34.

“Ini menjadi perhatian bersama bahwa kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan problem solving perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari,” kata Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin.

Partisipasi Peserta Tembus 98 Persen

Kemendikdasmen mencatat tingkat partisipasi TKA tahun ini mencapai 98,12 persen pada jadwal utama.

Dari total 8.875.362 murid yang terdaftar, sebanyak 8.708.891 mengikuti asesmen sesuai jadwal.

Pada jadwal susulan, 463.533 murid mengikuti TKA dari total 490.551 peserta terdaftar.

Indikator Penilaian TKA 2026

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Kapusmendik) Rahmawati menyampaikan bahwa tingginya partisipasi menjadi indikator meningkatnya kesadaran sekolah, orang tua, dan murid terhadap asesmen.

Dalam pelaksanaannya, TKA menggunakan sistem penskoran klasik dengan rentang nilai 0–100.

Seluruh paket dan butir soal melalui proses verifikasi serta validasi statistik sebelum hasil diumumkan.

Selain menyajikan nilai numerik, hasil TKA juga dilengkapi dengan kategori capaian dan deskripsi kemampuan murid.

Pendekatan ini ditujukan agar asesmen tidak berhenti pada angka, tetapi menjadi alat refleksi pembelajaran.

“Kalau anak berada pada kategori memadai, maka orang tua dan guru bisa melihat kemampuan apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu diperkuat,” jelas Rahmawati.

Baca Juga:  Viral Guru Takut Menegur Siswa, Pihak Sekolah di Lamongan Buka Suara

Bisa Dipakai untuk SPMB

Kemendikdasmen menegaskan bahwa TKA bukan alat untuk memberi label kepada daerah, sekolah, maupun murid.

Data hasil TKA tersebut dimanfaatkan sebagai salah satu komponen dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi bersama nilai rapor dan capaian lainnya.

Integrasi hasil TKA dengan SPMB dilakukan melalui API dan web service sehingga sekolah tidak perlu menunggu unggahan manual dari peserta didik.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending