Connect with us

Berita

Viral Guru Takut Menegur Siswa, Pihak Sekolah di Lamongan Buka Suara

Video viral di Lamongan menunjukkan guru yang tidak menegur siswa tertidur di kelas karena takut dilaporkan.

Actress 1299250

Published

on

Viral Guru Takut Menegur Siswa, Pihak Sekolah di Lamongan Buka Suara
Viral Guru Takut Menegur Siswa, Pihak Sekolah di Lamongan Buka Suara. Gambar : Instagram/@undercover.id

MPN Indonesia 1 November 2024 - Video viral memperlihatkan seorang guru di Lamongan yang memilih untuk tidak menegur siswanya yang tertidur di kelas.

Guru tersebut mengungkapkan kekhawatirannya akan kemungkinan dilaporkan ke polisi jika memberikan teguran.

Video ini pertama kali diunggah di media sosial dan segera menarik perhatian publik.

Dalam rekaman, terlihat seorang guru yang mengajar di dalam kelas, di mana sebagian besar siswa tampak sibuk mengerjakan tugas.

Namun, di barisan belakang, seorang siswa laki-laki tampak berbaring di kursinya sementara beberapa siswa lain asyik berbincang.

Guru tersebut tidak memberikan teguran, diduga karena kekhawatiran akan reaksi dari wali murid.

Video Direkam Saat Jam Istirahat

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Lamongan, Nunggal Isbandi, menjelaskan bahwa situasi dalam video sebenarnya terjadi saat jam istirahat, bukan saat kegiatan belajar mengajar (KBM).

Peristiwa di daerah ini direkam oleh seorang guru berinisial MN yang mengajar di SMP Negeri 1 Ngimbang, Lamongan, dan diunggah sebagai bentuk ekspresi ketidaknyamanan terkait situasi yang dihadapi para guru dalam menegakkan disiplin.

“Terkait video itu sudah saya konfirmasi dengan yang bersangkutan. Video itu bukan keadaan real saat KBM, melainkan diambil saat jam istirahat,” ujar Nunggal Isbandi pada Kamis (31/10).

Ia menegaskan bahwa video tersebut tidak menggambarkan kondisi saat pelajaran berlangsung.

Kekhawatiran Guru Akan Laporan Wali Murid

Nunggal menambahkan bahwa unggahan guru MN bertujuan untuk menyampaikan kegelisahan yang dirasakan oleh para guru di tengah meningkatnya laporan dari wali murid kepada aparat.

Guru MN merasa bahwa tugas mendisiplinkan siswa, yang selama ini menjadi bagian dari pendidikan, kini sering dianggap sebagai pelanggaran.

Baca Juga:  Pemotor di Cengkareng Pecahkan Kaca Mobil, Diduga Tak Terima Motor Kesenggol saat Lawan Arah

“Tujuannya hanya ingin menyampaikan kegelisahannya dengan kondisi nasib guru saat ini yang merasa terbelenggu dalam melaksanakan tugas mengajar dan mendidik. Unsur mendidik siswa dan mendisiplinkan siswa sering dibenturkan dengan undang-undang kekerasan fisik maupun verbal. Jadi menegur saja dianggap pelanggaran,” jelas Nunggal.

Tantangan Disiplin di Lingkungan Sekolah

Kasus di SMP Negeri 1 Ngimbang ini memperlihatkan fenomena lebih luas mengenai bagaimana guru di berbagai daerah menghadapi kendala dalam mendisiplinkan siswa.

Dalam beberapa tahun terakhir, kekhawatiran guru mengenai batas-batas dalam mendisiplinkan siswa semakin meningkat.

Banyak guru merasa kehilangan keleluasaan untuk menegur atau memberi hukuman ringan, karena adanya risiko konsekuensi hukum.

Masyarakat pun memberikan berbagai tanggapan terhadap video tersebut, sebagian besar menyatakan simpati terhadap posisi guru.

Banyak yang menilai bahwa situasi ini mempersulit guru dalam mendidik dan menjaga ketertiban di sekolah, dan berharap ada pendekatan yang lebih adil dalam menangani permasalahan ini.

Dialog untuk Mencari Solusi

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Lamongan berharap kasus ini dapat memicu dialog lebih lanjut mengenai peraturan dan kebijakan terkait tugas guru dalam mendidik dan mendisiplinkan siswa.

Kepala Bidang SMP Lamongan menyatakan kesiapan pihaknya untuk berdialog dengan berbagai pihak guna menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi siswa dan guru.

Trending