Connect with us

Selebriti

Bertemu BGN, Chef Arnold: Saya Diminta Memberikan Pendapat

BGN menggandeng Chef Arnold untuk memberi masukan dalam penyusunan juknis baru program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Logompn

Published

on

Bertemu BGN, Chef Arnold Saya Diminta Memberikan Pendapat
Bertemu BGN, Chef Arnold Saya Diminta Memberikan Pendapat. Gambar: Instagram/@arnoldpo

MPN Indonesia 11 Juni 2026 - Badan Gizi Nasional (BGN) dikabarkan menggandeng Arnold Poernomo atau Chef Arnold dalam penyusunan petunjuk teknis (juknis) baru pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta dan melibatkan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang bersama dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, untuk membahas perbaikan tata kelola program prioritas pemerintah tersebut.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pembenahan operasional MBG, terutama untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan di lapangan.

Chef Arnold menyampaikan bahwa dirinya diminta memberikan pandangan terkait penyusunan juknis badan gizi nasional.

“Saya memang diminta untuk memberikan pendapat untuk juknis BGN, saya dan tim sudah review dan pelajari,” tulis Arnold, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram Story @arnoldpo pada Kamis (11/6).

Penjelasan Chef Arnold

Chef Arnold menegaskan bahwa program MBG memiliki tingkat kompleksitas tinggi, terutama dalam pelaksanaannya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Lebih lanjut, ia menjelaskan sejumlah tantangan yang menjadi perhatian dalam program tersebut.

“Program MBG ini sangat complex terutama untuk 3T dari logistik, ketersediaan bahan, SDM, dll,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh masukan terkait aspek operasional telah disampaikan kepada badan gizi nasional.

“Saya rasa banyak orang lain yang lebih hebat, capable dan paham lebih dari saya. Semua masukan tentang operasional sudah kami sampaikan dan semoga bisa lebih strategis,” tulisnya.

Langkah BGN untuk Benahi Tata Kelola Pelaksanaan MBG

Penyusunan juknis baru oleh BGN dilakukan untuk memperbaiki tata kelola pelaksanaan MBG.

Dalam unggahan Kepala BGN Nanik Deyang, disebutkan bahwa pertemuan dengan Chef Arnold difokuskan pada pertukaran pikiran guna memperkuat sistem operasional program.

Baca Juga:  BGN Ungkap Butuh 82,9 Juta Telur per Hari untuk Program MBG

Beberapa aspek yang dibahas meliputi perombakan tata kelola dari sisi sumber daya manusia (SDM), manajemen dapur, peralatan, hingga penyusunan bank menu.

Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta SDM yang mendukung operasional di lapangan.

Badan gizi nasional menargetkan perbaikan menyeluruh dalam pelaksanaan program MBG agar berjalan lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan teknis yang ditetapkan.

Sebelumnya, Nanik Deyang menyatakan akan membenahi tata kelola Badan Gizi Nasional setelah resmi dilantik sebagai Kepala BGN.

Fokus pembenahan diarahkan pada efisiensi, evaluasi menyeluruh, serta penekanan pada kualitas program MBG.

Ia menyebutkan bahwa orientasi pelaksanaan akan digeser dari mengejar kuantitas menjadi mengutamakan kualitas.

Dalam implementasinya, badan gizi nasional akan turun langsung melakukan pengecekan terhadap ribuan dapur yang telah beroperasi guna memastikan kesesuaian dengan juknis.

Selain itu, Nanik juga berencana merancang skema pembiayaan baru untuk meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya dalam pelaksanaan MBG di wilayah 3T.

Keterlibatan Chef Arnold dalam penyusunan juknis diharapkan dapat memberikan masukan teknis terkait pengelolaan dapur, manajemen operasional, serta penyusunan menu dalam program MBG.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending