Connect with us

Politik

Kata Bos Pertamina soal Harga Pertamax Sentuh Rp16.000 Lebih per Liter

Pertamina menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi dipengaruhi dinamika geopolitik global dan harga minyak internasional.

Logompn

Published

on

Kata Bos Pertamina soal Harga Pertamax Sentuh Rp16.000 Lebih per Liter
Kata Bos Pertamina soal Harga Pertamax Sentuh Rp16.000 Lebih per Liter. Gambar: Instagram/@pertamina

MPN Indonesia 12 Juni 2026 - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan penjelasan terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM ) nonsubsidi jenis Pertamax yang mencapai lebih dari Rp16.000 per liter.

Penyesuaian harga ini berlaku mulai Rabu (10/6) di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek, dengan harga Pertamax (RON 92) naik sebesar Rp3.950 per liter dan Pertamax Green 95 naik Rp4.100 per liter.

Simon menyatakan bahwa kebijakan tersebut tidak diambil tanpa pertimbangan terhadap kondisi masyarakat.

“Kami memahami bahwa setiap penyesuaian harga tentu menjadi perhatian masyarakat. Penyesuaian pada harga BBM nonsubsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujar Simon, dikutip MPN Indonesia melalui akun Instagram @pertamina pada Jumat (12/6).

Rincian Kenaikan Harga dan Wilayah

Kenaikan harga Pertamax tidak berlaku seragam di seluruh wilayah Indonesia.

Di Jabodetabek, harga Pertamax ditetapkan sebesar Rp16.250 per liter sejak Rabu (10/6) dari yang sebelumnya Rp12.300 per liter.

Sementara itu, di beberapa wilayah lain terjadi penyesuaian yang lebih tinggi, seperti di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, dan Lampung yang mencapai Rp16.650 per liter dari Rp12.600 per liter.

Adapun di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax bahkan menyentuh Rp17.000 per liter.

Penyesuaian ini mencerminkan perbedaan distribusi dan kondisi regional dalam penetapan harga BBM.

Selain itu, harga Pertamax Green 95 juga naik menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.

Baca Juga:  Pengamat: Korupsi Pertamina Kejahatan Luar Biasa, Hukumannya Bisa Seumur Hidup

Penyesuaian Harga BBM Pertamina dan Swasta

Ia menekankan bahwa kebijakan serupa tidak hanya dilakukan oleh Pertamina, tetapi juga oleh badan usaha swasta yang mengelola SPBU.

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta,” tuturnya.

Hal ini menunjukkan bahwa perubahan harga merupakan bagian dari mekanisme pasar yang dipengaruhi kondisi internasional.

Ketersediaan Energi dan Kebijakan BBM Subsidi

Di tengah kenaikan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya, Pertamina memastikan bahwa pasokan energi nasional tetap terjaga.

Simon menyampaikan bahwa perusahaan bersama pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia.

“Pertamina dengan dukungan penuh dari pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap dipertahankan sesuai ketentuan pemerintah.

“Perlu kami sampaikan bahwa harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite masih tetap di Rp10.000 per liter dan Biosolar di harga Rp6.800 per liter sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak di tengah kondisi global yang dinamis.

“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini dan mari kita bersama-sama bijak menggunakan energi,” kata Simon.

(AKM/NID/RAD)

Trending