Connect with us

Berita

Menhub Sebut Stasiun Gambir akan Layani KRL

Program beautifikasi Stasiun Gambir menghadirkan integrasi KRL dan kereta jarak jauh untuk meningkatkan konektivitas transportasi Jakarta.

Logompn

Published

on

Menhub Sebut Stasiun Gambir akan Layani KRL
Menhub Sebut Stasiun Gambir akan Layani KRL. Gambar: Instagram/@kemenhub151

MPN Indonesia 28 Juni 2026 - Kementerian Perhubungan memastikan Stasiun Gambir di Jakarta akan kembali melayani Kereta Rel Listrik (KRL).

Kebijakan pemerintah ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pada Jumat (26/6), dengan tujuan memperkuat konektivitas antarmoda serta meningkatkan pelayanan transportasi perkeretaapian nasional.

Melalui langkah ini, Stasiun Gambir yang selama ini melayani kereta jarak jauh akan kembali dikombinasikan dengan layanan KRL guna memudahkan perpindahan penumpang dalam satu kawasan.

“Bapak Presiden berharap kita bisa melakukan beautifikasi terhadap Stasiun Gambir. Nantinya diharapkan dengan penampilan baru, Gambir akan menjadi semacam etalase atau wajah baru dari pelayanan kereta api kita, di mana Gambir yang selama ini melayani kereta jarak jauh akan dikombinasikan dengan layanan KRL,” ujar Dudy kepada awak media, Jumat (26/6).

Kebijakan publik ini dirancang untuk memberikan alternatif konektivitas yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus mendukung integrasi layanan transportasi di wilayah Jakarta.

Pengembangan Fungsi dan Integrasi Layanan

Kementerian perhubungan menjelaskan bahwa pengembangan Stasiun Gambir tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada peningkatan fungsi sebagai simpul transportasi.

Program beautifikasi akan menghadirkan fasilitas yang lebih modern serta mendukung integrasi antara layanan KRL dan kereta api jarak jauh dalam satu lokasi.

Dalam kebijakan pemerintah ini, KRL akan kembali berhenti di Stasiun Gambir setelah sebelumnya tidak melayani naik turun penumpang sejak pasca-Lebaran 2012.

Saat itu, penghentian dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan menjaga sterilisasi area penumpang.

Kini, kebijakan publik tersebut dihidupkan kembali sebagai bagian dari penataan kawasan dan peningkatan konektivitas transportasi.

Lebih lanjut, Menhub menyatakan bahwa pengoperasian KRL di Stasiun Gambir tidak akan mengurangi peran Stasiun Manggarai.

Baca Juga:  Dukung Petani, Pemerintah Matangkan Skema Penyerapan Gula Lokal

“Gambir nantinya melayani perjalanan jarak jauh dan jarak dekat. Manggarai tetap,” ujarnya.

Menhub menyampaikan bahwa integrasi ini akan memudahkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan tanpa harus berpindah stasiun.

“Gambir itu untuk memberikan bagaimana kita melayani masyarakat dengan konektivitas. Jadi KRL berhenti, kemudian juga bisa dilayani oleh kereta jarak jauh. Jadi konektivitas yang ingin kita jadikan Gambir sebagai etalase konektivitas,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penambahan jalur rel untuk mendukung operasional KRL dan kereta jarak jauh secara bersamaan.

Perencanaan dan Target Penyelesaian

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menyampaikan bahwa saat ini proses perencanaan dan desain beautifikasi masih dalam tahap finalisasi oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua tahun sejak tahap finalisasi dilakukan.

“Sekarang ini PT KAI sedang finalisasi perencanaannya, desainnya, dan seperti disampaikan Direktur Utama KAI, targetnya dua tahun penyelesaiannya. Kita pastikan finalisasinya dilakukan,” ungkap Allan.

Jumlah perjalanan KRL yang akan dilayani di Stasiun Gambir masih dalam tahap pengkajian.

Pemerintah akan menyesuaikan jumlah layanan dengan kebutuhan operasional serta kondisi di lapangan.

“Mengenai berapa jumlah KRL, nanti kita akan melihat kondisinya. Namun, dipastikan layanan di Stasiun Gambir akan melayani kereta jarak jauh maupun kereta listrik atau KRL,” beber Menhub.

(AKM/NID/RAD)

Trending