Connect with us

Entertainment

Rumah Yatim Gelar Kegiatan Yatim Holiday, Ajak Anak-Anak Liburan sambil Edukasi Berbasis Petualangan

Rumah Yatim Arrohman Indonesia mengadakan kegiatan Yatim Holiday bertajuk Yatim Jungle Survival Course di kawasan Ranca Upas, Ciwidey, pada 7-8 Juli 2026.

Logompn

Published

on

Rumah Yatim Gelar Kegiatan Yatim Holiday, Ajak Anak Anak Liburan sambil Edukasi Berbasis Petualangan
Kegiatan Yatim Holiday yang digelar oleh Rumah Yatim. Gambar: MPN Indonesia/Bunga

Jawa Barat, MPN Indonesia 13 Juli 2026 - Rumah Yatim Arrohman Indonesia mengadakan kegiatan Yatim Holiday bertajuk Yatim Jungle Survival Course di kawasan Ranca Upas, Ciwidey, pada 7-8 Juli 2026.

Kegiatan ini mengajak anak-anak asuh menikmati suasana liburan sekaligus mendapatkan edukasi berbasis petualangan alam.

Tidak sekadar berkemah, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk melatih kemandirian, kepemimpinan, kekuatan mental, kerja sama, dan kecakapan hidup.

Rumah Yatim Arrohman Indonesia sendiri merupakan lembaga sosial yang bergerak dalam pengelolaan dan penyaluran dana zakat, infak, sedekah, wakaf, hibah, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Didirikan dengan izin resmi dari Kementerian Agama RI, Rumah Yatim menjalankan beragam program di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi produktif, dakwah, pengabdian, hingga penanganan bencana.

Sejak awal didirikan, Rumah Yatim selalu mengadakan kegiatan Yatim Holiday setiap tahunnya. Konsep kegiatan camp sendiri telah diinisiasi sejak tahun 2022.

Ingin Anak-Anak Rasakan Pengalaman Baru

Rumah Yatim Gelar Kegiatan Yatim Holiday, Ajak Anak Anak Liburan sambil Edukasi Berbasis Petualangan (1)
Anak-anak Rumah Yatim saat mengikuti kegiatan Yatim Holiday. Gambar: MPN Indonesia/Bunga

Ketua pelaksana kegiatan, Abidian Listian, menjelaskan bahwa gagasan kegiatan tersebut berawal dari kondisi dan rutinitas anak-anak di asrama yang dinilai cenderung monoton, khususnya ketika memasuki masa liburan.

Menurut Abidian, kegiatan di alam terbuka dipilih agar anak-anak memperoleh pengalaman yang berbeda sekaligus dapat belajar secara langsung dari lingkungan sekitar.

“Tadinya itu kita lihat kondisi di asrama sangat monoton gitu, apalagi di hari libur anak-anak ya,” ujar Abidian kepada MPN Indonesia di lokasi acara.

“Kita pingin menghadirkan sesuatu hal yang berbeda tentunya gitu. Makanya kita ajak mereka ke alam supaya mereka bisa belajar dengan alam,” imbuhnya.

Baca Juga:  Imbas Atap Ambruk, Siswa SMA Cileungsi Belajar di Tenda

Program tersebut membawa tiga nilai utama, yakni survival, leadership, dan mental strength.

Ketiganya diterapkan melalui rangkaian aktivitas yang menuntut peserta untuk bekerja sama, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan tugas bersama kelompok.

Ajarkan Anak Hidup Mandiri

Bagi Abidian, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan anak-anak pada proses kehidupan yang tidak selalu berjalan dengan mudah.

Selama berada di asrama, berbagai kebutuhan anak umumnya telah dipersiapkan oleh pengasuh.

Namun, melalui kegiatan petualangan, anak-anak diajak memahami bahwa dalam kondisi tertentu mereka perlu berusaha, bekerja sama, dan mengandalkan kemampuan diri sendiri.

“Selama ini kan anak-anak itu di asrama dia hanya bisa menerima. Artinya ketika dia bangun tidur tinggal makan. Ketika pulang sekolah tinggal makan juga gitu. Kita pingin memberikan edukasi buat mereka bahwa seandainya hidup itu tidak seperti itu loh gitu,” jelas Abidian.

“Kita pingin mengajarkan bagaimana sih menghadapi sebuah kondisi di luar. Jadi pinginnya membuat mereka lebih mandiri,” sambungnya.

Lebih dari sekadar belajar mendirikan tenda atau menyiapkan makanan, kegiatan ini diharapkan membantu anak-anak memahami bahwa setiap tujuan membutuhkan usaha dan proses.

“Tentunya mereka lebih sadar ya terkait mungkin hadirnya mereka ke dunia. Bukan hanya sebatas menikmati saja, tapi ada sebuah proses,” kata Abidian.

“Inilah yang harus Rumah Yatim bina ya kepada mereka bahwasannya hidup itu tidak selalu indah seperti itu Kak,” lanjutnya.

Kegiatan Yatim Holiday

Rumah Yatim Gelar Kegiatan Yatim Holiday, Ajak Anak Anak Liburan sambil Edukasi Berbasis Petualangan (2)
Anak-anak Rumah Yatim saat mengikuti kegiatan Yatim Holiday. Gambar: MPN Indonesia/Bunga

Salah satu rangkaian kegiatan yang diikuti peserta adalah solo time. Dalam sesi tersebut, anak-anak diberikan ruang untuk menyendiri, merenungkan cita-cita, serta menuliskan langkah-langkah yang perlu mereka lakukan untuk mewujudkannya.

Melalui kegiatan tersebut, cita-cita tidak hanya ditempatkan sebagai harapan, tetapi mulai diperkenalkan sebagai tujuan yang membutuhkan rencana dan langkah nyata.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ogah Beli Baju Dinas Pakai Anggaran: Saya Bukan Yatim Piatu

Pada hari pertama, peserta harus mengikuti aktivitas dari pos ke pos untuk memperoleh berbagai perlengkapan, seperti tenda, sleeping bag, alat memasak, dan bahan makanan.

Setiap perlengkapan tidak diberikan secara langsung. Anak-anak harus menyelesaikan tantangan bersama kelompok sebelum mendapatkannya.

Berbagai aktivitas yang dilakukan selama kegiatan turut memberikan pengalaman baru bagi para peserta.

Salah satunya dirasakan Amel ketika harus memasang tenda dan memasak bersama kelompoknya.

“Kerasa banget mandirinya. Kita jadi bisa lebih kompak, komunikasi jadi lebih bagus. Terus juga kan kita beda asrama, jadi lebih dekat. Teman-temannya seru banget,” kata Amel.

Pengasuh Rumah Yatim, Umi Yuni, melihat semangat anak-anak tetap terjaga selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Ia berharap melalui kegiatan ini anak-anak bisa belajar mengenai disiplin dan rasa tanggung jawab untuk bekal kehidupan.

“Mudah-mudahan mereka bisa ambil hikmahnya dari kegiatan ini. Semoga mereka bisa lebih disiplin, bertanggung jawab dan merangkai apa yang mau mereka tuju,” ujarnya.

Rumah Yatim Gandeng Eiger dan Rumor Media

Rumah Yatim Gelar Kegiatan Yatim Holiday, Ajak Anak Anak Liburan sambil Edukasi Berbasis Petualangan (3)
Eiger Adventure Service Supervisor, Galih Donikara (kanan), saat hadiri acara Yatim Holiday. Gambar: MPN Indonesia/Bunga

Pelaksanaan Yatim Jungle Survival Course turut mendapatkan dukungan dari Eiger dan Rumor Media.

Eiger Adventure Service Supervisor, Galih Donikara, menilai acara Yatim Holiday kali ini sangat menarik karena memberikan edukasi penting bagi anak-anak Rumah Yatim.

“Walaupun hanya satu malam, dua hari di sini, harapannya kepadatan acara yang dirancang bagi mereka mendapatkan insight, inspirasi, agar apa yang didapatkan dari alam menjadi sumber bekal mereka dalam langkah berlanjut,” ujarnya.

Senada dengan itu, Head of Rumor Media Entertainment, Irfan Rizaldie, mengatakan bahwa acara Yatim Holiday ini sangat memberikan dampak positif.

Melalui kegiatan ini, anak-anak Rumah Yatim bisa merasakan pengalaman baru dan kebahagiaan.

“Harapan kami mudah-mudahan akan selalu ada acara seperti ini, membawa teman-teman anak yatim holiday. Ini acara yang menurutku selain bagus, juga mulia,” kata pria yang akrab disapa Aldi itu.

Baca Juga:  KDM Tutup Sementara Seluruh Jalur Pendakian di Jabar selama Kemarau, Cegah Karhutla

“Harapanku semoga Rumah Yatim makin tambah gaungan informasinya agar para donatur dan teman-teman yang bisa support Rumah Yatim makin luas,” imbuh dia.

(ELG/NID/RAD)

Trending