Connect with us

Pilkada 2024

PDIP Yakin Pramono-Rano Menang Satu Putaran di Pilkada Jakarta

Hasto Kristiyanto optimis pasangan Pramono Anung dan Rano Karno bisa menang satu putaran di Pilkada Jakarta.

Arthur

Published

on

PDIP Yakin Pramono Rano Menang Satu Putaran di Pilkada Jakarta
PDIP Yakin Pramono-Rano Menang Satu Putaran di Pilkada Jakarta. Gambar : Iqbal Firdaus/kumparan

MPN Indonesia 21 November 2024 - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan keyakinannya bahwa pasangan Pramono Anung dan Rano Karno mampu memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta hanya dalam satu putaran.

Pernyataan ini muncul setelah dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap pasangan Ridwan Kamil-Suswono justru memicu respons negatif dari publik.

Respons Dukungan Jokowi

Menurut Hasto, PDIP awalnya menyusun strategi untuk membawa pasangan Pramono-Rano ke putaran kedua.

Namun, situasi berubah setelah Jokowi menyatakan dukungannya kepada Ridwan Kamil-Suswono.

Reaksi negatif dari publik terhadap pasangan tersebut dinilai memberikan peluang baru bagi Pramono-Rano untuk unggul lebih cepat.

“Sebelum adanya endorsement Pak Jokowi, kami merancang dua putaran. Tetapi begitu Pak Jokowi meng-endorse dan mendapat reaksi negatif publik, ini malah bisa satu putaran,” ujar Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Rabu (20/11).

Faktor Pendukung Pramono-Rano

Hasto menyebut bahwa kedewasaan dan ketenangan Pramono Anung dalam menghadapi dinamika politik menjadi salah satu faktor kunci meningkatnya dukungan terhadap pasangan ini.

“Karena kedewasaan Mas Pram dalam merespons itu menunjukkan kematangan emosional dan kepemimpinan dari Pramono Anung. Itu yang kemudian mendapat dukungan arus balik sehingga Jakarta satu putaran,” kata Hasto.

Selain itu, kerja sama yang solid antara Pramono Anung dan Rano Karno dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat Jakarta dengan program-program yang relevan.

Kampanye Door to Door

Menjelang pemilu kepala daerah, PDIP memilih untuk memfokuskan strategi kampanye pada pendekatan door to door.

Hasto menilai metode ini lebih efektif dalam menyampaikan pesan partai secara langsung kepada masyarakat.

“Nah untuk itu, strategi kampanye yang paling banyak adalah mengetuk pintu-pintu rakyat, membangun kesadaran. Pesan dari Ibu Mega tadi adalah bagian dari membangun kesadaran demokrasi sehingga kampanye kami ganti menjadi kampanye yang sifatnya door to door,” jelasnya.

Baca Juga:  Festival Imlek di Bundaran HI Jakarta Resmi Dibuka, Dekorasinya Sangat Memukau!

Pendekatan ini dianggap mampu menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih personal dan efektif.

Trending