Connect with us

Politik

Pramono Anung Bangun Sekolah hingga 6 Lantai untuk Atasi Keterbatasan Lahan Jakarta

Pramono Anung menyetujui pembangunan sekolah bertingkat hingga 6 lantai di Jakarta untuk mengatasi keterbatasan lahan.

Actress 1299250

Published

on

Pramono Bangun Sekolah Bertingkat untuk Efektivitas Lahan di Sekolah Jakarta
Pramono Bangun Sekolah Bertingkat untuk Efektivitas Lahan di Sekolah Jakarta. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

Dki Jakarta, MPN Indonesia 13 Oktober 2026 - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerapkan kebijakan pembangunan sekolah bertingkat untuk mengatasi keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah di ibu kota.

Pramono menjelaskan kebijakan tersebut saat meninjau SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (12/10).

Pembangunan gedung hingga enam lantai dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan sebagai ruang kelas dan fasilitas penunjang pendidikan.

“Kenapa Jakarta sekarang ini mengintegrasikan salah satu contoh yang di sini, karena memang persoalan di Jakarta itu lahan paling utama. Dengan semakin mahalnya lahan, maka harus diefektivitaskan supaya anak-anak pilihannya juga semakin banyak,” jelas Pramono usai tinjau renovasi SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (12/10).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintegrasikan sejumlah sekolah untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang tersedia.

Pembangunan secara vertikal juga memungkinkan penyediaan fasilitas olahraga dan ruang kegiatan siswa.

Pramono Anung Setujui Pembangunan Sekolah Bertingkat hingga Enam Lantai

Pramono Anung menyetujui pembangunan sekolah bertingkat lima hingga enam lantai sebagai bagian dari program revitalisasi pendidikan.

Menurutnya, pembangunan gedung satu lantai membuat pemanfaatan lahan sekolah menjadi terbatas.

“Sebab kalau flat (bangunannya), hanya satu lantai, pasti ini (lahannya) terbatas. Sehingga dengan demikian, ketika diusulkan diintegrasikan, ada yang enam tingkat, ada yang lima tingkat, saya menyetujui itu karena pasti lebih efektif dan efisien,” ungkap Pramono.

Salah satu penerapan kebijakan tersebut dilakukan di kawasan SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta.

Baca Juga:  Pendaftaran TKM Pemula 2025 Dibuka, Ini Cara dan Syaratnya

Kedua sekolah tersebut direvitalisasi dalam satu kawasan pendidikan dengan bangunan enam lantai.

Kawasan pendidikan tersebut dilengkapi ruang kelas, perpustakaan, kantin, lift, dan papan tulis digital. Fasilitas olahraga juga tersedia berupa lapangan basket dan lapangan sepak bola mini.

Selain itu, siswa dapat menggunakan fasilitas olahraga untuk kegiatan basket, voli, dan sepak bola.

Penyediaan fasilitas tersebut dilakukan dengan memanfaatkan lahan setelah pembangunan gedung secara vertikal.

Revitalisasi Sekolah di Jakarta Menghabiskan Rp101,3 Miliar

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp101,3 miliar untuk revitalisasi SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta.

Pembangunan tersebut mencakup pembaruan gedung dan penambahan ruang kelas.

Sebelum revitalisasi, SDN Pekayon 05 dan SDN Pekayon 12 memiliki total 14 ruang kelas. Setelah kedua sekolah digabungkan dan direvitalisasi, jumlahnya bertambah menjadi 30 ruang kelas.

Sementara itu, jumlah ruang kelas SMPN 91 Jakarta bertambah dari delapan menjadi 21 ruangan.

Penambahan ruang kelas tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya tampung siswa secara bertahap.

Perubahan kapasitas ruang kelas juga memengaruhi pengaturan kegiatan belajar mengajar. Sebelumnya, sekolah menerapkan sistem pembelajaran dalam sif pagi dan siang.

Setelah revitalisasi selesai, kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dalam satu sif. Perubahan tersebut dilakukan seiring bertambahnya jumlah ruang kelas yang tersedia.

Bangunan sekolah juga dilengkapi lift untuk mendukung mobilitas siswa antarlantai, termasuk siswa penyandang disabilitas.

Pramono menyampaikan bahwa siswa membutuhkan penyesuaian pada awal penggunaan fasilitas baru.

Keterbatasan Lahan Dorong Revitalisasi 19 Sekolah di DKI Jakarta

Selain pembangunan di Pasar Rebo, Pemprov DKI Jakarta menjalankan program revitalisasi 19 sekolah pada 2025.

Total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai Rp876,79 miliar.

Program revitalisasi tersebut mencakup sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Tangsel Akan Bangun PSEL, Ubah Sampah Menjadi Energi Listrik 1.000 Ton per Hari

Lokasi pengerjaannya tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta.

Berikut daftar sekolah yang masuk dalam program revitalisasi berdasarkan wilayah.

Jakarta Barat

  • SDN Tegal Alur 02/04
  • SMAN 33 Jakarta
  • SDN Jati Pulo 07
  • SMPN 130 Jakarta
  • SDN Kota Bambu 01/02
  • TKN Meruya Selatan
  • SDN Jati Pulo 08, yang dialihfungsikan menjadi SMPN 298

Jakarta Timur

  • SDN Pondok Bambu 01
  • SDN Cakung Timur 02
  • SMPN 91 Jakarta
  • SDN Pekayon 05/12

Jakarta Selatan

  • SDN Cilandak Barat 08
  • SDN Cipulir 11
  • SDN Gandaria Selatan 03
  • SDN Lebak Bulus 04
  • SDN Tebet Timur 07
  • SMPN 15 Jakarta
  • Pembangunan unit sekolah baru SMPN 299

Jakarta Utara

  • SMKN 55 Jakarta

Jakarta Pusat

  • SDN Petojo Utara 01

Selain daftar tersebut, terdapat tiga sekolah yang masih dalam tahap penyelesaian revitalisasi, yaitu:

  • SDN 1 Cipete Utara
  • SDN Setiabudi 01
  • SMK 37 Jakarta

Program revitalisasi tersebut mencakup perbaikan bangunan sekolah dan pembangunan unit sekolah baru.

Di sejumlah lokasi, penggabungan sekolah dilakukan untuk menyesuaikan pemanfaatan lahan yang tersedia.

Pramono menyetujui konsep integrasi sekolah tersebut agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk ruang belajar dan fasilitas pendukung siswa.

(AKM/NID/RAD)



Trending