Berita
BRIN Identifikasi Temuan Prasasti Aksara Jawa Kuno di Desa Taji, Magetan
Penemuan batu bertuliskan aksara Jawa Kuno di Desa Taji, Magetan, oleh BRIN sebagai prasasti sejarah.
MPN Indonesia 21 November 2024 - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi bahwa batu bertuliskan aksara Jawa Kuno yang ditemukan warga di Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, merupakan sebuah prasasti.
Batu ini ditemukan di sebuah kebun jati oleh warga setempat pada 9 Agustus lalu.
Penemuan ini menambah daftar artefak bersejarah di Magetan, yang dikenal memiliki jejak budaya penting dari masa lalu.
Penelitian dan pelestarian prasasti ini menjadi perhatian utama karena nilai historis yang dimilikinya.
Identifikasi dan Kondisi Prasasti
Arkeolog BRIN, Titi Surti Nastiti, menjelaskan bahwa prasasti tersebut ditulis pada batu andesit dengan dua baris aksara Jawa Kuno.
Batu ini memiliki bentuk unik, bagian atasnya melingkar, sedangkan bagian tengah berbentuk persegi.
Namun, kondisi tulisan pada batu telah mengalami kerusakan parah sehingga sulit diterjemahkan.
“Ini batu prasasti karena ada dua baris tulisan Jawa Kuno di kedua sisi batu tersebut. Tapi kondisinya sangat aus dan tipis, sehingga belum dapat diidentifikasi isinya atau masa pembuatannya,” jelas Titi saat melakukan pemeriksaan di lokasi pada Rabu (20/11).
Prasasti dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah umumnya berisi informasi tentang sima atau tanah perdikan yang dibebaskan dari pajak oleh penguasa.
Dugaan sementara, prasasti ini kemungkinan memiliki konten serupa, tetapi analisis lebih lanjut diperlukan.
Rencana Penelitian Lebih Lanjut
BRIN berencana bekerja sama dengan Orient EFEO, sebuah institusi pendidikan di Prancis, untuk menggunakan teknologi fotogrametri.
Teknologi ini diharapkan mampu memperjelas tulisan pada prasasti dan mengungkap isi yang terkandung di dalamnya.
“Kita akan membuat fotogrametri agar tulisan pada batu ini lebih jelas. Dengan cara ini, kita berharap bisa mengetahui lebih banyak tentang prasasti ini,” tambah Titi.
Berdasarkan jenis batu andesit yang digunakan, diperkirakan prasasti ini berasal dari wilayah sekitar Magetan.
Artefak serupa dari Desa Taji sebelumnya juga telah disimpan di Museum Nasional.
Kontribusi Penemuan pada Sejarah Lokal
Penemuan prasasti ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Taji.
Kepala Desa Taji, Sigit Supriyadi, menyampaikan harapannya agar tulisan pada prasasti tersebut dapat diterjemahkan untuk memberikan wawasan baru tentang sejarah desa mereka.
“Kami berharap isi prasasti ini bisa diterjemahkan sehingga memberikan informasi tentang masa lalu desa kami,” kata Sigit.
Saat ini, pemerintah desa sedang menyusun buku sejarah Desa Taji. Upaya pencarian artefak lain juga tengah dilakukan untuk melengkapi dokumen sejarah tersebut.
Sigit menjelaskan bahwa penemuan prasasti ini bermula dari upaya pencarian artefak di sekitar desa. Batu ini ditemukan saat warga membongkar pagar pembatas kebun yang sebelumnya dibangun menggunakan material dari lokasi tersebut.
Area tersebut dulunya digunakan warga untuk penggalian tanah pembuatan batu bata.
Artefak Terkait dari Desa Taji
Selain prasasti baru ini, Desa Taji memiliki artefak lain yang telah tercatat di Museum Nasional Jakarta.
Salah satunya adalah batu berbentuk gunungan dari Dukuh Tambi, Desa Taji, Kecamatan Karangrejo.
Artefak tersebut, dengan nomor inventaris 31, bertanggal 1126 Saka dan diduga berasal dari era Kerajaan Jenggala.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
