Connect with us

Internasional

Jenazah Korban Banjir Bandang Nepal Ditemukan Terseret hingga India

Jenazah korban banjir bandang Nepal ditemukan hingga India setelah terbawa arus sungai. Hampir 3.000 orang masih hilang dalam bencana tersebut.

Logompn

Published

on

Jenazah Korban Banjir Bandang Nepal Ditemukan Terseret hingga India
Jenazah Korban Banjir Bandang Nepal Ditemukan Terseret hingga India. Gambar: Dok. The Straits Tiimes

MPN Indonesia 30 Agustus 2026 - Jenazah korban banjir bandang yang melanda Nepal ditemukan hingga wilayah India setelah terbawa arus sungai sejauh hampir 200 kilometer dari kawasan Himalaya.

Bencana alam yang terjadi pada Rabu (26/8) itu juga berdampak di wilayah perbatasan China, memicu operasi pencarian besar-besaran terhadap ribuan orang yang masih hilang.

Hingga Sabtu (29/8), tim penyelamat terus melakukan evakuasi di kedua negara meski menghadapi ancaman banjir susulan.

“Semua permukiman di dekat sungai tersapu. Tidak ada yang tersisa,” ujar korban selamat Buddhi Ram Dangol kepada AFP.

Penemuan jenazah di India menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam operasi pencarian korban yang masih berlangsung.

Pihak berwenang di kedua negara masih berupaya mengidentifikasi para korban serta mencari ribuan orang yang belum ditemukan.

Empat jenazah ditemukan di Distrik Maharajganj, Uttar Pradesh, pada Kamis (28/8)

Tiga jenazah lainnya ditemukan di Distrik Kushinagar, sekitar 70 kilometer dari perbatasan India-Nepal.

Hakim Distrik Maharajganj Gaurav Singh Sogarwal mengatakan pihaknya menduga para korban terbawa arus dari Nepal.

“Kami menduga mereka tersapu ke India dari Nepal akibat banjir bandang di sana,” ujarnya dikutip MPN Indonesia dari The Straits Times, Minggu (30/8).

Korban Tewas dan Orang Hilang Terus Bertambah

Tim darurat melaporkan jumlah orang hilang terus meningkat. Hingga Jumat (28/8) malam, lebih dari 2.400 orang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, sebanyak 586 korban meninggal telah ditemukan. Sebagian jenazah ditemukan di Nepal, sebagian lainnya terbawa hingga wilayah India.

Baca Juga:  Viral! Pria di Agam Gigih Mencari Istrinya yang Hilang lewat Selembar Foto

Otoritas penanggulangan bencana Nepal juga menambahkan 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air ke dalam daftar orang hilang.

Sebelumnya, daftar tersebut telah mencakup para pendaki serta peziarah menuju Gunung Kailash di Tibet.

Selain korban jiwa, banyak warga kehilangan tempat tinggal akibat derasnya arus yang menghancurkan permukiman di sepanjang aliran sungai.

Arus Sungai Membawa Korban hingga Melintasi Perbatasan

Air bah mengalir dari kawasan Himalaya menuju sistem Sungai Trishuli. Selanjutnya arus masuk ke Sungai Narayani sebelum berubah menjadi Sungai Gandak saat memasuki India.

Jalur sungai tersebut membawa lumpur, bongkahan es, puing bangunan, kendaraan, serta diduga sejumlah korban hingga ke wilayah Uttar Pradesh.

Penemuan jenazah di beberapa distrik Nepal juga menunjukkan luasnya wilayah terdampak.

Beberapa lokasi penemuan korban meliputi:

  • Nuwakot.
  • Dhading.
  • Chitwan.
  • Nawalparasi Timur.
  • Maharajganj, India.
  • Kushinagar, India.

Distrik Chitwan mencatat jumlah penemuan jenazah terbanyak dengan 132 korban.

Operasi Penyelamatan Terkendala Ancaman Banjir Susulan

Tim penyelamat masih berpacu mengevakuasi korban selamat di sejumlah lokasi terdampak.

Namun, operasi menghadapi hambatan akibat ancaman banjir susulan dan terbentuknya danau-danau besar yang dipenuhi air, es, serta lumpur.

Polisi Nepal meminta seluruh personel penyelamat segera berpindah ke lokasi yang lebih aman setelah menerima laporan adanya bendungan air yang kembali jebol di sisi Tibet.

Di wilayah Gyirong, Tibet, otoritas China sempat menghentikan operasi penyelamatan karena risiko banjir susulan.

Setelah kondisi dinilai lebih aman, operasi kembali dilanjutkan dan dua warga desa berhasil diselamatkan.

Di sisi Nepal, militer berupaya menjangkau pekerja yang masih terjebak di dalam terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A.

“Dua helikopter telah dikerahkan, tetapi situasinya sulit karena bahkan menemukan titik masuk terowongan saja sangatlah sulit,” ujar juru bicara militer Raja Ram Basnet.

Baca Juga:  Tanggapi Bencana Besar di Sumatra, Dedi Mulyadi Minta Pejabat Segera Taubat

Basnet mengatakan sekitar 350 pekerja dan warga telah berhasil dievakuasi.

Meskipun  demikian, lebih dari 100 orang masih berada di kawasan tersebut dan proses penyelamatan terus berlangsung.

Salah seorang pekerja, Buddha Tamang, mengaku selamat karena berada di dalam terowongan saat arus menerjang lokasi bendungan.

“Para pejabat senior yang bekerja di sisi lain, mereka semua tersapu,” ujar  Tamang.

Ia kemudian dievakuasi menggunakan helikopter setelah terisolasi selama lebih dari 24 jam.

Analisis Awal Penyebab Bencana

Laporan awal menyebut bencana alam tersebut dipicu longsoran es dan batuan ke Sungai Lhende Khola di wilayah Nepal dan Tibet.

Laporan tersebut sebelumnya mengaitkan peristiwa itu dengan gempa bumi.

Namun, hasil analisis lanjutan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan tidak ditemukan gempa bumi sebelum longsoran dan banjir bandang terjadi.

Ahli hidrologi Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal, Sauharda Joshi, mengatakan banjir memasuki Nepal sekitar pukul 08.40 pagi dan mencapai Syabrubesi sekitar 10 menit kemudian.

“Jika kami diberi tahu saat banjir mulai meningkat di Tibet, korban jiwa bisa diminimalkan secara signifikan,” ujar Joshi.

Divisi Prakiraan Banjir Nepal menerima informasi mengenai gelombang air besar pada pukul 09.05 pagi.

Setelah itu, lebih dari 600.000 pesan peringatan dikirim kepada warga di sepanjang aliran sungai di Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Chitwan.

(RAD/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita14 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti23 minutes ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi30 minutes ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal40 minutes ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga60 minutes ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional1 hour ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga3 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral3 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga3 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga3 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga4 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh
Berita4 hours ago

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026 Makna dan Filosofi Logo Resmi
Berita4 hours ago

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026: Makna dan Filosofi Logo Resmi

Trending