Connect with us

Viral

Penyebab Jembatan Pangandaran Ambruk usai Diresmikan

TNI AD mengungkap penyebab Jembatan Pangandaran ambruk usai diresmikan. Lebih dari 50 orang melintas hingga tali sling terlepas dari pengikat.

Logompn

Published

on

Penyebab Jembatan Pangandaran Ambruk usai Diresmikan
Penyebab Jembatan Pangandaran Ambruk usai Diresmikan. Gambar: X/@wardanax19

Jawa Barat, MPN Indonesia 1 September 2026 - TNI AD mengungkap penyebab jembatan Pangandaran ambruk setelah diresmikan. Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ambruk pada Minggu (30/8)

Pada saat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Forkopimda, dan warga melintasinya, jembatan tersebut ambruk karena kelebihan kapasitas hingga tali sling terlepas dari pengikat utama.

“Kondisi tersebut terjadi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan, melampaui kapasitas yang telah ditentukan, sehingga tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama dan menyebabkan jembatan menjadi miring,” ujar Dinas Penerangan TNI AD dalam keterangannya, Senin (31/8).

Penyebab Jembatan Pangandaran Menurut TNI AD

Dinas Penerangan TNI AD menjelaskan kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan keseluruhan struktur jembatan.

Struktur utama disebut tetap berada pada posisinya, sedangkan kendala terjadi pada tali sling di salah satu sisi yang terlepas dari sistem pengikat utama.

“Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama,” ujarnya.

Kadispenad Brigjen Donny Pramono juga menanggapi pemberitaan yang menyebut jembatan ambruk.

Namun, pihaknya menegaskan kondisi yang terjadi merupakan perubahan posisi jembatan akibat lepasnya tali sling, bukan keruntuhan seluruh struktur.

“Sebagaimana diberitakan sejumlah media, kondisi tersebut disebut sebagai ambruknya jembatan. Untuk meluruskan informasi tersebut, kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan,” ujar Donny.

Sebelum digunakan, Kodim 0625/Pangandaran telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Papan pemberitahuan mengenai kapasitas dan ketentuan penggunaan juga dipasang di sisi jembatan.

Meskipun demikian, menurut keterangan Dispenad, ketentuan tersebut tidak diindahkan setelah prosesi peresmian.

Baca Juga:  Pria Diduga Teknisi Wi-Fi Tewas Tersengat Listrik di Nganjuk

Antusiasme warga membuat banyak orang melintasi jembatan secara bersamaan.

“Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan. Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran,” ujarnya.

Penanganan setelah Kecelakaan

Setelah insiden, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran langsung melakukan penanganan.

Jembatan belum dibuka kembali untuk masyarakat karena masih menjalani perbaikan dan evaluasi teknis.

“Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk memastikan seluruh komponen konstruksi dalam kondisi aman sekaligus menyempurnakan pengaturan penggunaan jembatan ke depan,” ujar Donny.

Jembatan tersebut dibangun Kodim 0625/Pangandaran untuk meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan sekitarnya.

Penggunaannya kembali akan menunggu hasil perbaikan serta evaluasi teknis selesai.

Insiden tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Kapolsek Cijulang Iptu Dimas Aditama menyatakan seluruh pejabat yang hadir dinyatakan selamat, sementara aparat melakukan pengamanan di lokasi.

“Aparat langsung melakukan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta kondusif,” ujar Dimas.

Hingga Senin (31/8), jembatan pangandaran tersebut masih ditutup untuk umum.

Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas PUPR terus melaksanakan perbaikan dan evaluasi teknis sebelum jembatan kembali dioperasikan.

(AKM/NID/RAD) 

Trending